Via Selular, Mengaku Napi Yang Dipindahkan Ke Nias Diduga Mengetahui Terkait Video Penyiksaan Di Lapas Tj. Gusta

Medan, Sumut (mediakomentar.com) – Video yang viral terkait di tunjukinya badan seorang Napi di Lapas Kelas 1 Tj. Gusta Medan akhirnya berimbas ke 9 orang Napi lainya yang mengetahui kejadian tersebut. Kesembilan napi tersebut akhirnya dipindahkan ke Nias tanpa sepengetahuan keluarga napi secara resmi oleh Lapas Tj. Gusta Medan. Salah satunya ada napi Tamping Katepe.

 

Hal ini diketahui setelah  wawancara redaksi dengan Nara Sumber yang mengaku salah seorang Napi (red) yang dipindahkan dari Tj. Gusta tersebut, Sabtu (18/08/2021) melalui selular. Dan mengatakan bahwa mereka  yang dipindahkan ke Nias merupakan orang yang melihat badan Napi tersebut dan menurutnya kejadian tersebut terjadi di Trapsel (ruang tahanan dalam tahanan).

 

Menurut Nara Sumber bahwa Napi yang ada divideo dengan inisial “Smn”tersebut dibawa ke RS. Royal Prima setelah selesai sholat jumat. Sedangkan mereka (9 orang) diberangkatkan malamnya (malam sabtu) untuk dipindahkan dengan rencana ke Nias.

 

Nara sumber mengaku bahwa saat melakukan komunikasi dengan redaksi, dirinya beserta n 8 orang temannya masih berada di sibolga dan menunggu Tiket Kapal untuk disebrangkan ke Nias. Sedangkan selular yang digunakan, nara sumber mengaku dapat pinjaman agar bisa menghubungi keluarganya dan memberitahu keadaan dirinya.

 

Ditambahnya lagi bahwa tidak semua Napi (9 orang) yang keluarganya tau kalau diri mereka sudah dipindahkan. Dengan alasan tergendala komunikasi karena memang tidak memiliki selular. Dan saat melakukan komunikasi dengan Redaksi mediakomentar.com, Nara sumber mengaku bahwa tangan mereka (para napi) masih dalam kondisi di borgol.

 

Kebingungan terjadi antar Napi, alasan pasti dipindahkan ke Nias sama sekali mereka tidak tau dan merasa tidak membuat kesalahan. Hanya saja kesembilan Napi tersebut, menurut nara sumber mengetahui kejadian terkait video yang viral dimedia sosial dimana ada seorang Napi sambil menunjukkan yang mengalami luka lembam dan berbirat akibat siksaan dari petugas (Lapas).

 

Sayang pembicaraan pada sore hari itu terputus, dikarenakan menurut nara sumber ada petugas yang datang dan selularpun dimatikan. (Muhammad Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *