TNI Grebek Pabrik Minyak Oplosan Di Hamparan Perak, Sopir dan Trucknya Di Giring Ke Poldasu

Medan, Sumut (mediakomentar.com) – Seketika suasana halaman didepan Krimum Polda Sumatera Utara ramai dengan kedatang TNI beserta beberapa Truck dan Mobil Tanki, jumat (5/3) sekitar pukul 16.00 WIB.

Melihat kejadian ini beberapa wartawan yang berunit di Polda Sumatera Utara langsung mendatangi lokasi truck tersebut.

Setelah dikonfirmasi dari salah seorang Personil TNI yang menggiring Truck-truck tersebut didapat informasi bahwa, Truck-truck tersebut  hasil dari penggerebekan POM TNI AD beserta POM TNI AU di Hamparan Perak terkait Pengoplosan Minyak.

Diketahui bahwa yang berhasil digiring terdiri dari 3 unit Truck terbuka, 2 unit mobil pickup L300 yang kesemuanya berisi drum yang diisi dengan minyak solar oplosan. Ditambah lagi 1 unit mobil tanki dengan berlogo Perusahaan PT. Pertamina dengan jumlah minyak sebanyak puluhan ton dan 6 orang yang mengaku sebagai driver (sopir).

Waktu dilokasi awak media sempat mewancarai beberapa orang yang mengaku sebagai driver dari mobil-mobil tersebut. Dalam pengakuannya bahwa mereka hanya sebagai driver untuk mengangkut minyak oplosan yang diambil dari Aceh dan juga Tj. Pura menuju ke lokasi Hamparan Perak Kab. Deli Serdang dan diberi upah sebesar Rp 2 juta/mobil. Dan dalam pengakuannya baru dua kali ngantar dan baru kali ke dua ini yang ditangkap.

Sekitar setengah jamkemudian, ke 6 kenderaan tersebut digiring ke bagian Belakang halam Poldasu dan ke 6 driver tersebut diduga dibawa ke krimsus guna proses selanjutnya.

Untuk memastikan lokasi tempat pengoplosan minyak yang di Grebek TNI tersebut, awak media menuju ke Desa Hamparan Perak Kab. Deli Serdang. Dan benar saja, setelah mendapat keterangan dari penduduk setempat, ternyata lokasi tersebut tak jauh dari pajak lama Hamparan Perak dan berada ditengah perkebunan Pisang, Sabtu (6/3) sekitar pukul 09.30 WIB.

Nampak dilkoasi tersebut masih ada drum-drum yang diperkirakan sebanyak 92 buah dan diduga masih berisi penuh minyak dan lokasi tersebut sudah dipasangi garis polisi.

Sewaktu mencari informasi  siapa pemiliknya, awak media menjumpai warga yang bernama Along yang rumahnya berjarak ­+ 100m dari lokasi dengan terlebih dahulu memperkenalkan diri sebagai wartawan.

Dengan keramahannya, menurut pengakuan Along bahwa  dirinya tidak mengetahui siapa pemiliknya dan bahkan dirinya tidak pernah tau ada pabrik pengoplosan minyak di lokasi tersebut apalagi adanya penggerebekan oleh TNI, Sabtu (6/3) sekitar 10.00 WIB.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Hamparan Perak Kompol Edward Simamora melalui chat WA mengatakan bahwa “tanya saja ke petugas, yang menangkap Polres (Polres Belawan) pak, Polsek Hamparan Perak belum mendapat informasi dalam hal itu, sabtu (6/3) pukul 11.00 WIB.

Sampai berita ini diterbitkan, Sabtu (6/3) pukul 23.00 WIB, awak media belum mendapat keterangan resmi di Polda Sumatera Utara. (Novrizal)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: