T. Hermansyah, AMP : Tuanku Tunggal Sri Maharaja Ke-I Kerajaan Ramunia Kesultanan Serdang

Medan, Sumut (mediakomentar.com) – Pada bagian ke-4 dengan judul T. Hermansyah, AMP : Terbentuknya Kesultanan Serdang dan Kerajaan Ramunia (4), redaksi sudah menceritakan bagaimana terbentuknya Kerajaan Ramunia di Zaman Kesultanan Serdang.

Dan untuk bagian ke-5 ini, kita akan menceritakan, siapa sebenarnya Raja Ramunia Ke-I Kesultanan Serdang.

Kerajaan Ramunia yang terletak didaerah Kec. Pantai Labuh Kab. Deli Serdang Sumatera Utara dan sekitarnya, merupakan sebuah kerajaan yang terbentuk dimasa Pemerintahan Tuanku Ainan Johan menjadi Raja/Sultan dari Kerajaan/Kesultanan Serdang.

Sedangkan Raja Ramunia Ke-I ini bernama Tuanku Tunggal dan merupakan Putra Ketiga Tuanku Ainan Johan dari Permaisuri Sri Alam. Pada masa itu gelar yang diberikan kepada Raja Ramunia yaitu Sri Maharaja Raja Ramunia Kesultanan Serdang.

Raja Ramunia merupakan salah satu dari 4 pembesar yang dibentuk oleh Tuanku Ainan Johan. Dimana keempat pembesar ini fungsinya untuk memilih dan mengangkat Sultan Serdang kedepannya.

Empat pembesar yang dibentuk pada masa itu adalah

  1. Raja Muda (gelar ini kemudian berubah menjadi Bendahara, wilayahnya Sei Tuan)
  2. Datok Maha Menteri (wilayahnya di Araskabu)
  3. Datok Paduka Raja (wilayahnya di Batangkuwis) keturunan Kejeruan Lumu
  4. Sri Maharaja (wilayahnya di Ramunia).

Saat ini Makam Tuanku Tunggal Sri Maharaja Ke-I Kerajaan Ramunia Kesultanan Serdang bisa di kunjungi didekat pintu masuk Bandara Kuala Namo Airport Internasional sebelah kiri. Dengan dikelilingi Pohon Sawit PTPN II. Dan Makam ini dikenal dengan nama Keramat Udang.

Menurut T. Hermansyah, AMP (Sri Maharaja Ke-VII Raja Ramunia) bahwa makam Tuanku Tunggal tersebut di pugar oleh pihak Angkasapura II Bandara Kuala Namo Airport Internasional. Informasi tersebut didapat dari warga setempat.

Kehadiran Bandara Kuala Namo di Kab. Deli Serdang telah membuka tabir kebenaran dimana adanya situs makam keramat yang di pugar oleh Pihak Angkasa Pura II yang ternyata diketahui sebagai makam Tuanku Tunggal Raja Ramunia Ke-I Kesultanan Serdang.

Dengan ditemukannya makam keramat Tuanku Tunggal tersebut, sekaligus membuka Tabir memang benar keberadaan Kerajaan Ramunia Kesultanan Serdang memang ada dan didukung lagi oleh adanya surat-surat tanah yang sampai saat ini disimpang oleh T. Hermansyah, AMP (Sri Maharaja Ke-VII Raja Ramunia).

Dalam pernyataannya melalui media, T. Hermansyah, AMP juga berterima kasih kepada Pihak Angkasapura II yang ikut peduli kepada makam-makam tua terutama leluhurnya dengan mempugarnya dan bukan malah menghilangkan keberadaannya dengan membongkar makam tersebut.

Terlepas dari itu T. Hermansyah, AMP (Sri Maharaja Ke-VII Kerajaan Ramunia) juga tidak akan menyalahkan pihak Angkasapura II yang tidak menghadirkan pihak Ahli Waris dari Raja Ramunia sewaktu peresmian Bandara. Sebab mungkin memang pihak Angkasapura II tidak mengetahui bahwa sebenarnya Bandara Kuala Namo keseluruhan wilayah dan sekitarnya berada di wilayah Kerajaan Ramunia Kesultanan Serdang.

Apalagi mungkin pada masa itu pihak Angkasapura II tidak diberitahu oleh oknum-oknum yang nakal kalau sebenarnya keberadaan Kerajaan Ramunia memang ada dan juga para ahli warisnya sampai saat ini (Januari 2021).

Walau sedikit agak heran. T. Hermansyah, AMP juga menekankan ulang bahwa dirinya tidak akan menyalahkan Pihak Angkasapura II dengan ketidak tauannya. Ini hanya ulah para oknum yang mencoba menghilangkan keberadaan Kerajaan Ramunia Kesultanan Serdang dan juga para ahli warisnya.

Keheranan T. Hermansyah, AMP tersebut didasari oleh perbuatan para oknum tersebut yang bisa meyakini pihak Angkasapura II dengan omongannya dan berkas tertulis yang diajukannya. Sebab surat-surat tanah di wilayah Ramunia dan sekitarnya masih dipegang T. Hermansyah, AMP.

“Pihak Angkasapura II itu merupakan korban juga sama seperi Ahli Waris Ramunia” Terang T. Hermansyah. AMP.

Bedanya pihak Angkasapura II telah banyak mengeluarkan uang banyak untuk membangun Bandara Kuala Namo, sementara para ahli waris tidak menerima uang yang telah dikeluarkan oleh pihak Angkasapura II dan dianggap tidak ada oleh para oknum yang nakal tersebut.

Kedepan saya ingin bertemu langsung dengan pihak Angkasapura II dalam acara silaturahmi keadatan sembari hanya mengucapkan terima kasih telah memugar makam leluhur saya yaitu Tuanku Tunggal Sri Maharaja Ke-I Raja Ramunia Kesultanan Serdang (Keramat Udang). (bersambung…)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: