T. Hermansyah, AMP: Hubungan Erat Negri Ramunia dan Kesultanan Serdang (1)

Medan, Sumut (mediakomentar.com)  –  Banyak orang tidak mengenal bahwa adanya suatu wilayah yang disebut negri Ramunia yang berada di wilayah Kesultanan Serdang.

Menurut keterangan dan informasi dari beberapa sumber bahwa keberadaan negri Ramunia ini berada di daerah Pantai Labuh dan dipimpin oleh seorang putri dari sebuah kerajaan kecil yang telah dilupakan. Dan Kerajaan itu berada di pesisir pantai Cermin dan sekitarnya di Kab. Perbaungan. Dan konon katanya sebuah kerajaa kecil tersebut masih dalam pengaruh kekuasaan kerajaan Panai/Rao yang berada di Sumatera Barat.

Sayangnya Redaksi belum mendapat keterangan pasti nama dari Kerajaan tersebut dan bukti otentik yang pasti.

Walau tidak memiliki bukti yang otentik, berupa peninggalan istana maupun arca tetapi redaksi sempat bertemu dengan seseorang (Nara sumber 1) yang mengaku masih ada darah keturunan dari Negri/Kerajaan yang hilang tersebut. Sambil menunjukkan bukti Tarombo yang dimilikinya, nampak jelas bahwa ada silsilah kerajaan yang sempat di pimpin oleh 2 orang Raja. Raja ke- I bergelar Angku Mahara Sutan Tanimang, Raja ke-II Angku Mahara Sutan Johari. Sabtu (5/12).

Walau dalam terombo tersebut tak dikatakan nama kerajaannya beserta masa pemerintahannya. Tapi bisa diperhitungkan antara abad ke-15, 16 dan 17 M, menurut kesaksian nara sumber bahwa menurut orang-orang tua dulu yang berada di perbaungan, bahwa kerajaan tersebut berada di dekat pinggiran laut Pantai Cermin dan sekitarnya. Sedangkan para makam para keturunan kerajaan tersebut banyak berada di daerah perbaungan bengkel tepatnya di Belakang sebuah Mesjid di desa Tangkis Lidah Tanah.

Nara Sumber ini juga menceritakan bahwa perkembangan wilayah kerajaan tersebut sempat berkembang sampai wilayah Ramunia (Rantau Panjang Kec. Pantai Labuh Kab. Deli Serdang) disaat Putri kerajaan di pinang oleh putra Mahkota Kerajaan Deli untuk menjadi permaisuri. Dan wilayah tersebut merupakan salah satu mahar yang di minta sang Putri dan di berikan oleh Sang Pangeran dari Kerajaan Deli. Dan di karenakan wilayah Ramunia berdekatan langsung dengan Istana kerajaan Orang tuanya, sang putripun tidak merasa jauh untuk bertemu para kerabatnya.

Nah jadilah Permaisuri tersebut pemimpin di wilayah Ramunia yang hanya berupa sebuah kampung. Dan untuk itu, Sang Pangeran membuatkan sebuah puri untuk tempat tinggal Permaisuri.

Konon katanya, alasan dimintanya wilayah Ramunia tersebut sebagai Mahar perkawinan, sebab wilayah Ramunia bukan berada di wilayah pengaruh kerajaan Panai/Rao.

Dan Terkait keberadaan Istana Kerajaan tersebut, saat ini tidak berbekas. Menurut keterangan Nara Sumber bahwa kemungkinan Istana tersebut hilang di telan Air pasang laut (Banjir) atau karena perperangan dan Mungkin kerajaan hilang ini, menimbulkan suatu kerajaan baru yang namanya kerajaan Perbaungan. Tapi itupun Redaksi belum mendapatkan keterangan maupun bukti yang pasti akan hal ini.

Sedangkan wilayah perkampungan Ramunia tempat Putri Raja yang menjadi Permasuri dari  Raja Deli dan bertempat tinggal berbentuk Puri, akhirnya menjadi sebuah kerajaan dan namanya kerajaan Ramunia Kesultanan Serdang.

Dan redaksi juga sempat berbincang dengan T. Hermansyah, AMP yang mengaku bergelar Tuanku Sri Maharaja Ke VII Negri Ramunia Kesultanan Serdang. Sambil menunjukkan Tarombo dan Surat Tanah berbentuk Grand yang dimiliknya, membuktikan bahwa Negri/Kerajaan Ramunia memang ada dan dibawah pengaruh Kesultanan Serdang. Minggu (6/12).

Jika digabungkan kedua Tarombo tersebut, ternyata memang ada hubungan erat. Dimana dalam Tarombo yang pertama ada juga yang menyebutkan tentang Kerajaan Serdang. Dalam Tarombo yang pertama sudah di perbaharui dan dipercantik di Tahun 1994 sehingga berwarna.

Selanjutnya T. Hermansyah, AMP yang mengaku bergelar Tuanku Sri Maharaja Ke VII Negri Ramunia Kesultanan Serdang bercerita tentang bagaimana wilayah Ramunia yang dulunya hanya berbentuk kampung dan hanya di pimpin seorang putri menjadi sebuah kerajaan dengan segala luas wilayahnyanya. (bersambung….Red)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: