Syurga Bagi Pelaku Maksiat Judi & Narkoba, Sumut Tidak Bermartabat Lagi

Medan, Sumut (mediakomentar.com) – Saat ini Provinsi Sumatera Utara dipimpin oleh Bapak H. Edy Rahmayadi dan wakilnya Bapak H. Musa Rajekshah. Dimana Jabatan ini Gubernur dan wakil Gubernur Sumatera ini mereka raih disaat memenangkan Pilkada Gubsu di tahun 2018 dengan selalu mengkobarkan semboyan “Sumut Bermartabat”.

 

Sudah 3 tahun berjalan paska dilantik pada tanggal 5 September 2018, semboyan “Sumut Bermartabat” yang selalu dikobarkan selama masa kampanye ternyata hanya omong kosong belaka saja.

 

Sudah banyaknya publikasi di media masa terkait maraknya lokasi judi dan suburnya peredaran Narkoba bahkan pemberitaan yang dikutip data dari BNN RI yang juga diakui oleh Pemprovsu dan begitu juga Kapoldasu Irjen Panca Putra menyatakan kalau Sumatera Utara sudah menempati peringkat pertama peredaran Narkoba dari dari sejak tahun 2020.

 

Sedangkan untuk “judi” belum ada penilaian dari intansi pemerintah dan lembaga manapun terkait posisinya berada diperingkat berapa. Yang ada malah situs judi on line yang tidak pernah di blokir oleh Pemerintah.

 

Sedangkan Penilaian yang didapat media dari banyaknya komplain masyarakat terutama dari kalangan emak-emak dan juga dari kalangan media yang terus di publikasikan melalui media sosial maupun segala media massa lainnya. Bahkan dikalangan media sampai mengalami ancaman keselamatan dan korban jiwa melayangpun sudah ada dan sering.

 

Mungkin dikarenakan tidak adanya lembaga ataupun instansi resmi Pemerintah yang khusus menangani judi seperti BNN dengan Narkobanya, makanya tidak ada penilaian posisi atau daftar peringkat apapun terkait judi. Yang diketahui bahwa sampai saat ini kriminal judi masih tetap masuk dalam kasus yang di tangani Kepolisian Republik Indunesia dengan kategori bagian Kriminal Umum.

 

Perbuatan judi dan Narkoba merupakan perbuatan yang dilarang hukum agama dan juga hukum pemerintahan RI. Dan terkait judi dan Narkoba semua masyarakat yang ada di privinsi Sumatera Utara dengan segala profesinya seperti  ASN, TNI, Polri dan swasta semuanya memiliki agama sebagai pedoman hidupnya dan juga mengetahui bahwa Judi dan Narkoba memang dilarang Agama dan juga hukum di pemerintahan Republik Indonesia.

 

Tapi sayangnya, dengan ibadah agama yang dilakukan oleh masyarakat Sumatera Utara serta dengan kerutinitasannya, apakah memang masyarakat tidak mau atau tidak mampu mencegah apalagi untuk memberantas judi dan narkoba di lingkungannya?.

 

Begitu juga dengan para ASN dan Juga Aparat TNI Polri, dengan ilmu agama dan juga ilmu hukum pemerintahan yang dimiliknya serta jabatan dan pangkat terletak di bahunya, apakah tidak mau atau idak mampu mencegah apalagi untuk memberantas judi dan narkoba di lingkungannya? sehingga tetap saja saat ini Provinsi Sumatera Utara sudah menjadi Syurga bagi pelaku Judi dan Juga Narkoba.

 

Di Sumatera Utara ada 3 instansi yang saat ini di pimpin 2 Jendral Aktif ( Kapolda dan Pangdam I BB) dan 1 Prnawiaran Jendral (Gubsu). Tentu saja ketiga jenderal ini memiliki agama dan ilmu hukum pemerintahan yang sangat memumpuni dan layak jadi panutan.

 

Untuk gelar Sarjana di bidang Hukum, ini lebih banyak lagi. Ada yang bekerja di eksekutif, legislatif, yudikatif dan ada pula organisasi hukumnya seperti Peradi, Peradan, KAI dll.

 

Jika dilihat keberadaan dan posisi jabatan orang-orang yang memahami hukum itu, hal maraknya judi dan Narkoba tentu saja akan membuat para pelaku judi dan Narkoba apalagi Para Bandarnya akan ketar-ketir melakukan aksinya di Sumatera Utara terutama di Kota Medan sebab ditambah lagi Walikota Medan Muhammad Boby Afif Nasution merupakan menantu orang nomor 1 di Indonesia ini.

 

Kapolri dan juga Panglima TNI pernah berkunjung juga ke Sumatera Utara. Tidak tau apa tugas utamanya, yang pasti sampai saat ini Judi dan Narkoba pemberitaannya terus ada. Dan bahkan saat ini Presiden Republik Indonesia Joko Widodo lagi Kunker ke Sumatera Utara dalam acara vaksinasi terkait covid.

 

Padahal tidaklah sudah untuk mengetahui mengapa peredaran Narkoba di Sumatera Utara masuk Peringkat Pertama. Ini pasti disebabkan adanya lokasi kegiatan yang dilarang hukum tetapi tidak berantas. Dalam hal ini adalah lokalisasi judi. Akibat tindak digrebek dengan terus berkelanjutan dengan diberantas lokalisasi tersebut makanya perbuatan melarang hukum lainnya pasti subur terjadi dilokasi tersebut seperti transaksi Miras, Narkoba, prostitusi dan lain-lain.

 

Sangat disayangkan, Sumatera Utara saat ini sudah sukses menjadi Syurga Pelaku Maksiat Judi dan Narkoba. Dan Sumatera Utarapun sudah tidak bermartabat lagi di masa Gubernurnya Rahmayadi. Salam sehat … (*)

 

Penulis  : Muhammad Arifin / Pimpinan Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *