“Sudah 2 Minggu” Ketua DPRD Medan Belum Membalas Surat Konfirmasi Media

Medan (mediakomentar.com) – Terkait surat permohonan bantuan yang keluar dari Komisi 2 DPRD Medan dengan Amplop DPRD Medan, KOP surat komisi 2 dan di stempel dengan logo Partai Gerindra dengan ditandatangani Aulia Rahman selaku ketua komisi 2, redaksi mediakomentar.com mencoba mengkonfirmasi hal ini ke ketua DPRD Medan Hasyim, SE secara tertulis.

 

Surat konfirmasi yang dilayangkan oleh redaksi pada tanggal 30 April 2020 sampai saat ini (Kamis, 14 Mei 2020) belum juga dibalas. Hal ini disampaikan langsung oleh seorang pegawai di bagian penerimaan surat yang mengaku bernama Nia, Kamis (20/5/20).

“Suratnya sudah sampai sama ketua (Hasyim, SE) dan kami tidak mungkin memaksakan harus cepat dibalas” terang Nia kepada awak media.

 

Selanjutnya sewaktu ditanya kapan sampai surat itu ke meja ketua DPRD Medan (Hasyim, SE), pegawai yang bernama Nia mengatakan bahwa surat itu sampai sama ketua pada hari itu juga, Kamis (30/4/20)” tambahnya lagi.

Foto: Surat Konfirmasi Media

Surat konfirmasi redaksi kepada ketua DPRD Medan mempertanyakan :
1. Apakah surat Aulia Rahman tersebut resmi keluar dari DPRD Medan?
2. Apakah ada peraturan maupun mekanisme administrasi terkait surat keluar DPRD Medan?
3. Apakah DPRD Medan dalam peraturan administrasi nya memang mengadakan atau memperbolehkan Fraksi mengadakan stempel sesuai partainya? Dan bagaimana dengan stempel Fraksi gabungan yang terdiri dari beberapa partai?
4. Apakah ada sanksi administrasi maupun sanksi pidana dan sanksi lainnya bagi anggota DPRD Medan yang melanggar peraturan mekanisme administrasi surat menyurat terutama terkait surat yang ditandatangani Aulia Rahman atas nama komisi 2 DPRD Medan?


5. Apa tindakan yang telah diperbuat DPRD Medan sampai saat ini atas perbuatan Aulia Rahman tersebut?

 

Sangat disesalkan, sampai saat ini surat konfirmasi dari redaksi mediakomentar.com tersebut belum tau nasibnya. Apakah sudah dibaca oleh Ketua DPRD Medan (Hasyim, SE) atau belum? Apakah sudah dibaca tetapi dimasukkan di tong sampah, sama sekali juga tidak tau. Apakah sudah dibaca tetapi tak perlu dibalas, juga tidak tau. Atau sudah dibaca, tetapi di balas bila perlu atau kapan-kapan saja, juga tidak tau.

 

Redaksi juga menerangkan dalam surat tersebut bahwa apapun jawaban dari ketua DPRD Medan akan dipublikasikan ke Media. Mengingat publik juga perlu tau sistem peraturan admministrasi surat menyurat beserta sanksi-sanksinya jika melanggar aturan di DPRD Medan. Sebab DPRD Medan merupakan salah satu instansi resmi Pemerintah dan yang menjadi Anggota Dewannya merupakan pilihan rakyat.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *