Stop!!! Jangan Berbicara Seolah Mewakili Seluruh Pedagang Kecil

Medan (mediakomentar.com) – Kegiatan Satpol PP khususnya di Kota Medan yang menjalankan dan menegakkan Perwal no. 9 tahun 2009 yang menertibkan PK-5 berjualan diatas trotoar, drainase dan badan jalan saat ini mendapat tanggapan miring dari oknum dan atau sekelompok orang yang terimbas dari melanggar Peraturan Walikota Medan no. 9 tahun 2009 tersebut.

Dengan tudingan bahwa Pemerintah tidak berpihak kepada rakyat kecil maupun pedagang kecil. Seolah-olah tudingan yang dilontarkan oknum ataupun sekelompok orang tersebut mewakili masyarakat kecil ataupun pedagang kecil yang berada di wilayah Kota Medan.

Tetapi sebaliknya, tanggapan dari pedagang kecil yang sebenarnya menanggapi hal ini sangat berbeda.

Kak timah warga Jl. Karya Dame Gg. Rukun yang sehari-harinya berjualan gorengan dan minuman di depan teras rumahnya mengatakan, selasa (6/8)

“ Mendapatkan lokasi jualan yang strategis di Kota Meda bukanlah hal gampang. Jika tidak mempunyai modal yang agak besar, juga harus ada oknum yang mebekingi dilapangan, khusunya kalau mau berjualan di atas trotoar, drainase ataupun badan jalan.

Jadi, saya tidak setuju bagi sekelompok orang demi kepentingan mereka bebicara seolah-olah mewakili pedagang kecil yang ada di Kota Medan ini dan menuding Pemko Medan tak perduli kepada pedagang kecil ataupun rakyat kecil.

Karena selama ini sewaktu mereka (PK-5) berjualan di lokasi yang dilarang, tidak ada juga imbas dari keuntungan mereka kepada pedagang kecil yang berada di luar lokasi mereka berjualan. Jadi stop berbicara seolah-olah mereka mewakili seluruh rakyatdan pedagang kecil di Kota Medan ini. Pakai saja nama komunitas mereka di lokasi tersebut” tuturnya menutup pembicaraan (red)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: