Seperti Di Hipnotis Firmansyah Rugi Rp 300 ribu dan Hampir Teraniaya

Medan (mediakomentar.com)Bukan keuntung di dapat, tapi rugi inilah yang dialami Firmansyah (21) warga Jalan Bilal tepatnya berdekatan dengan rumah sakit Imelda diduga di peras sama warga kampung durian etnis india jalan HM.Said depan indomaret kamis (13/02/2020) sekira pukul 19:30wib.

Berawal dari, Perkenalan Firman warga jalan Bilal (korban) kepada kedua Pelaku Yuda dan warga india diduga keduanya warga kampung Durian,Yuda yang memiliki hanphone merk samsung tipe S8. Firman yang terlihat polos bisa di kendalikan oleh kedua pelaku berinisial yuda dan orang etnis India.

Awalnya Yuda bercerita kepada orang yang baru ia kenal bernama Firman bahwa hand phone miliknya baru tergadai karna butuh uang mau membeli sesuatu. Akhirnya Firman masuk perangkap oleh kedua pelaku yang sebelumnya sudah menyusun rencana.

Yuda mengatakan “mari kita tebus hand phone ku, nanti kita jual lagi terang korban menirukan ucapan si kedua pelaku. Entah pakai ilmu apa sehingga korban menuruti permintaan si yuda. Sehingga korban mau memberikan uang senilai Rp 300.000 yang baru di ambilnya melalui ATM.

Usai insiden, Saat di konfirmasi awak mediakomentar.com Firman mengatakan bahwa “ketika itu dirinya nurut aja ketika si pelaku yuda meminta uang kepadanya nurut aja seperti di hipnotis. Usai uang diberikan kepada si pelaku, pelaku langsung menghilang (kabur) dan nilai uang turut di bawa kabur.

Selanjutnya si korban meninta pertolongan kepada orang etnis India diduga teman pelaku bernama yuda dan korban berjanji akan memberikan uang rokok bila si yuda dapat di temukan. Selanjutnya Firman mengajak orang India tersebut (diduga mengaku sebagai warga kampung Durian) ke indomaret jalan HM
Said mau mencairkan ATM miliknya. Ketika mau pengambilan uang di ATM ternyata gagal karna saldo tak mencukupi.

Selanjutnya orang etnis india mulai panik, takut aksinya gagal seolah-olah merasa di tipu oleh korban. Kemudian si orang India meminta secara paksa uang yang di janjikan oleh korban, sampai-sampai kera baju si korban di tarik dan hampir sempat terjadi baku hantam antara korban dan si India.

Firmansya juga menambahkan bahwa si kulit hitam (india) memaksa dirinya mengawani untuk membeli barang haram dan mengantarkannya naik sepeda motor milik si Firmansyah (korban), namun Firmansyah menolak, Firmansyah mengatakan atas insiden yang menimpanya akan membuat laporan ke kantor Polisi , “katanya.Sampai berita ini terbitkan awak media belum mendapat keterangan resmi dari kepolisian

( Rizal )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *