Redaksi: Terkait Surat “Aulia Rahman” Sangat Layak di PAW

Oleh : Muhammad Arifin/Pimpinan Redaksi

Medan (mediakomentar.com) –Surat yang ditanda tangani Aulia Rahman dengan KOP Surat Komisi 2 DPRD Medan dan distempel logo Partai Gerindra merupakan perbuatan yang bodoh dan sangat memalukan.

Bagaimana bisa seorang anggota Dewan yang menjabat sebagai Ketua Komisi, diakuinya sama redaksi mediakomentar.com (red) bahwa surat dengan gaya surat yang aneh tersebut resmi dari komisi 2 DPRD Medan? Dari mata orang awam saja yang baru belajar berorganisasi, bisa mengetahui bahwa surat itu Asli tapi Palsu (Aspal). Asli memang, ditanda tangani oleh Aulia Rahman tapi palsu keluar dari DPRD Medan maupun Partai Gerindra.

Mungkin baru kali inilah terjadi dalam sejarah administrasi surat-menyurat berorganisasi di Indonesia atau mungkin bisa jadi di Dunia nyata ini. Keganjilan dan kerancuan yang sangat luar biasa. Dimana perbuatan itu bisa dikategorikan perbuatan yang bodoh dan sangat memalukan.

Adapun rincian surat tersebut sebagai berikut:

  1. Amplop Surat DPRD Medan
  2. KOP Surat Komisi 2 DPRD Medan
  3. No. Surat : 16/4/komisi-2/DPRD Kota Medan (memakai organisasi DPRD)
  4. Tanggal : 13 April 2020
  5. Tujuan Surat: Pimpinan Perusahaan (red)
  6. Hal : Permohonan Bantuan (terkait Covid-19)
  7. Isi surat menyinggung kata zona merah,cheos, terkhusus kel. Mabar dan sumbangan harus dibagikan dalam waktu yang tidak terlalu lama (segera)
  8. Tanda tangan : Aulia Rahman, SE (Ketua Komisi-2 DPRD Kota Medan)
  9. Stempel : Logo Partai Gerindra
  10. Contack Person: Bahrum Siregar (Sekretaris Gerindra Kel. Mabar/red) bukan contack resmi DPRD Medan
  11. Tanpa ada tembusan sebagai Laporan atau pemberitahuan kepada atasan.

Jadi secara kasat mata redaksi, bahwa surat tersebut tidak perlu dikaji berulang-ulang dan berlarut untuk dikatakan resmi atau tidak keluar dari Instansi DPRD Medan maupun Partai Gerindra.

Tapi, Jika DPRD Medan mengakui juga kalau surat tersebut memang keluar secara resmi dari Instansi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dan tidak melakukan tindakan apapun serta menganggap persoalan ini bukan hal yang sangat serius, berarti kepercayaan masyarakat khususnya Kota Medan akan memudar semakin terang kepada DPRD Medan.

Dan begitu juga dengan Partai Gerindra, jika surat tersebut diakui resmi dari partai gerindra seperti yang dikatakan Bahrum Siregar kepada Redaksi dan tidak melakukan tindakan apapun serta menganggap persoalan ini bukanlah hal yang sangat serius. Berarti kepercayaan masyarakat Khususnya Kota Medan akan memudar semakin terang juga kepada parta Gerindra.

Yang pantas dan sangat Layak dilakukan oleh DPRD Medan dan juga Partai Gerindra adalah harus melakukan Pergantaian Antar Waktu (PAW) Aulia Rahman dari posisinya saat ini. Senin, 27 April 2020. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *