RD 75 : Akhirnya Oknum “S” Diduga Calo PNS 2018-2020 Pangandaran Mengaku Salah

Jakarta (mediakomentar.com) – Penerimaan CPNS Tahun 2018-2020 Pangandaran menuai Polemik, pasalnya dalam penerimaan CPNS itu diduga banyak oknum yang bermain terkoordinir dengan tahapan-tahapan yang terencana dengan baik.

 

Kabupaten Pangandaran sendiri dalam Penerimaan CPNS tahun 2018 hingga 2020 ada Oknum ASN di salah satu Dinas bernisial S diduga menjadi Calo, dan hingga akhirnya S mengaku salah.

 

” Ya oknum S diduga Calo CPNS tahun 2018-2020 Pangandaran mengaku salah, dan itu bisa dibuktikan dalam sebuah rekaman suara, S mengaku salah, rekaman suara sudah jelas ada di tangan Saya.”ungkap RD75, Rabu (16/6/2021).

 

Dikatakan RD 75,” Dalam sebuah rekaman suara, oknum S yang diduga Calo CPNS Pangandaran itu, mengatakan, ” intinya kesalahan Saya dulu karena dia dulu kerja di Saya.”,, perlu digaris bawahi dengan kata-kata intinya kesalahan Saya dulu, sudah mengaku salah donk, dan dia itu siapa…?? “ujarnya.

 

” Ya memang dulu pernah muncul pemberitaan di sebuah media online terkait penerimaan CPNS Pangandaran tahun 2018, namun ending nya tidak jelas, nah sekarang Saya ungkap biar jelas, biar masyarakat semua tau, bahwa dalam Penerimaan CPNS itu tidak terlepas dari oknum-oknum yang bermain dengan syarat Praktik KKN yang sudah terkoordinir maupun terstruktur dengan rapi. “jelas RD75.

 

Masih Kata RD75,” Satu hal yang bikin saya bingung, dari isi berita yang dikutip dari salah satu media, S mengatakan bahwa ” Beliau sudah kasak kusuk Kesana kemari memperjuangkan, Tapi akhir Keterangan nya Oknum S ini mengatakan, Bahwa beliau akan cari tau siapa orang ini, maksudnya mungkin orang yang diperjuangkannya.

 

Disinilah kebingungan kita menurut saya , bagaimana mungkin Oknum S yang punya posisi Jabatan yang bagus, menurut saya di Pemerintahan Pangandaran Memperjuangkan Orang yang tidak dikenalnya,Bikin Geli aja bukan…??”pungkasnya. (Sumber : MAPAN)).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *