Polemik Pemecatan 3 Direksi PD. Pasar Kota Medan

Oleh: Muhammad Arifin / Pimpinan Redaksi / Minggu (26/01/20)

Surat Pemecatan Direksi PD. Pasar Kota Medan Sebuah Petikan

Medan (mediakomentar.com) – Informasi yang berhasil dihimpun redaksi dari beberapa media dan juga nara sumber langsung (red). Masyarakat Sumatera Utara khususnya Kota Medan saat ini disajikan berita tentang Polemik Pemecatan 3 Direksi PD. Pasar Kota Medan.

PD. Pasar Kota Medan merupakan salah satu Perusahaan Daerah yang dimiliki Pemerintah Kota Medan dimana dalam susunan Direksinya terdiri dari 4 Direksi yaitu Direktur Utama (Dirut), Direktur Operasi (Dirop), Direktur Keuangan (Dirkeu) dan Direktur Pengembangan dan SDM (Dirbang). Dan telah beberapa kali berganti Direksi karena masa jabatannya sudah berakhir. Terakhir 4 Direksi ini masa jabatannya mulai akhir tahun 2016 dan akan berakhir di akhir tahun 2020

Pada tanggal 16 Januari 2020 Pemerintah Kota Medan telah mengeluarkan suatu Surat Pemecatan 3 Direksi PD. Pasar Kota Medan yakni Rusdi Sinuraya (Direktur Utama), Yohny Anwar (Direktur Operasi) dan Arifin Rambe (Direktur Pengembangan dan SDM). Yang menurut Rusdi Sinuraya di ruang Rapat PD. Pasar Kota Medan pada hari senin tanggal 20/01/20 diterima oleh ketiga Direksi tersebut pada tanggal 20 Januari 2020. Tetapi Surat Pemecatan yang diterima 3 Direksi ini hanya sebuah Petikan dan bukan sebuah Surat Keputusan (SK).

Didalam surat Petikan itu ditanda tangani oleh Sekda Kota Medan dan DTO Plt. Walikota Medan. Ditambah lagi dalam surat Petikan tersebut bertuliskan Dipecat secara tidak hormat tanpa ada kejelasan tentang alasan kenapa terjadi pemecatan tersebut. Membuat ke 3 Direksi yang dipecat tersebut mengambil langkah melakukan upaya Jalur Hukum.

 

Nasib dan Gelora Ginting Jadi Plt Direksi, Rusdi Sinuraya Masih Nyatakan Dirut

Selasa (21/01/20) sekira pukul 10.00 Wib Nasib dan Gelora Ginting beserta rombongan dari Pemerintah Kota datang ke PD. Pasar Jl. Razak Baru No. 1 A Lt III Pasar Petisah Medan dengan membawa suatu Perintah dari Plt Walikota Medan untuk menjabat sebagai Plt. Direktur Utama PD. Pasar Kota Medan (Nasib) dan Plt. Direktur Operasi PD. Pasar Kota Medan (Gelora Ginting).

Di dalam ruangan Rapat PD. Pasar Kota Medan tersebut hadir juga jajaran structural, Pegawai PD. Pasar dan juga para awak media. Serta dikawal oleh para personil kepolisian.

Pesan yang disampaikan Nasib dan Gelora Ginting mengenai Perintah dari kantor Kota dengan jabatan Plt. Direksi PD. Pasar Kota Medan mendapat tanggapan terbalik oleh Rusdi Sinuraya dan juga Arifin Rambe. Dimana pada hari itu keduanya masih mengakui sebagai Direksi PD. Pasar Kota Medan. Lain halnya dengan Yohny Anwar yang sudah mengakui bahwa dirinya hadir pada hari itu (selasa, 20/01/20) sebagai Mantan Direktur Operasi PD. Pasar Kota Medan.

Pada hari Selasa tanggal 2i/01/20 itu, ada suatu situasi yang jadi perhatian redaksi.

  1. Rusdi Sinuraya dalam akuannya diruangan Rapat PD. Pasar Kota Medan bahwa dirinya baru mengetahui dan menerima surat Pemecatannya pada hari senin, 20/01/20.
  2. Adanya Penasehat Hukum yang mengaku bernama Murad (salah satu tim PH Refman Basri). Sementara Refman Basri merupakan Penasehat Hukum Perusahaan Daerah dan bukan khusus Penasehat hukum Direksi PD. Pasar Kota Medan.
  3. Yohny Anwar hadir memakai baju kaos sudah mengetahui dan menerima Surat Pemecatan dirinya sebagai Direktur operasi PD. Pasar Kota Medan dan mengaku sebagai Mantan Dirop
  4. Banyaknya mitra PD. Pasar seperti pengelola dan petugas jaga malam pasar, para pedagang yang dikelola oleh PD. Pasar Kota yang ikut hadir dalam acara tersebut.

Pengelola Jaga Malam Dan Pedagang Hadir

Yang menjadi perhatian redaksi, dan memang sampai saat berita ini diterbitkan belum mendapat informasi resmi dari pihak manapun mengenai:

1. Mengapa Penasehat Hukum Murad yang merupakan anggota dari kantor Refman Basri bisa hadir pada pagi hari itu (selasa, 21/01/20) seolah sebagai Penasehat Hukum Direksi yang di pecat. Padahal kantor Hukum Refman merupakan Penasehat Hukum Perusahaan Daerah Kota Medan.

2. Mitra PD. Pasar Kota Medan (Pengelola Jaga Malam) hadir pada pagi hari itu juga (selas, 21/01/20) dan bersorak memberi dukungan untuk Rusdi Sinuraya.

Massa Dari Organisasi Kesukuan Karo (PMS) Demo Kantor Walikota Medan

Ketidak senangan organisasi kesukuan dari suku karo yaitu Pemuda Marga Silima (PMS) terhadap surat pemecatan Rusdi Sinuraya selaku Direktur Utama PD. Pasar Kota Medan akhirnya pecah.

Organisasi PMS melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (23/01/20) sekira pukul 10.00 Wib di kantor Walikota Medan dengan tujuan menolak keputusan Pemerintah Kota Medan yang memecat 3 Direksi PD. Pasar Kota Medan yaitu. Rusdi Sinuraya, Yohny Anwar dan Arifin Rambe.

Loyalitas organisasi PMS ini cukup jelas sebagai pendukung Rusdi Sinuraya yang  juga merupakan suku karo. Tetapi terlepas dari Rusdi sinuraya berasal dari suku karo, PMS selama ini memang mendukung segala kinerja Rusdi Sinuraya selaku Dirut PD. Pasar Kota Medan.

 

Copy Surat Putusan PTUN beredar di Media Sosial

Ketidak senangan 3 Direksi PD. Pasar Kota Medan yang dipecat akhirnya bermuara ke Pengadilan Tata Usaha Negri (PTUN) Medan. Redaksi belum mengetahui pastinya kapan ke 3 Direksi PD. Pasar Kota Medan yang dipecat melaporkan permasalahannya ke PTUN. Yang pasti Rusdi Sinuraya menenurut pengakuannya masih Dirut PD. Pasar Kota Medan pada hari Selasa tanggal 21/01/20 di ruangan Rapat PD. Pasar Kota dan akan membawa persoalan pemecatan dirinya ke jalur hukum.

Yang menjadi persoalan masyarakat saat ini, bahwa di media social sudah keluar copy salian PTUN tersebut pada hari kamis sore tanggal 23/01/20 yang menyatakan agar surat pemecatan Direksi PD. Pasar Kota Medan di tunda.

Pertanyaannya adalah:

  1. Mengapa salian copy surat putusan itu bisa keluar?
  2. Apakah memang sudah dibenarkan jika Salinan aslinya belum keluar tapi copynya sudah bisa keluar?
  3. Siapa oknum dari PTUN yang mengeluarkan salinan copy putusan tersebut?
  4. Mengapa bisa begitu cepat PTUN memutuskan persoalan pemecatan Direksi PD. Pasar Kota Medan? Padahal menurut pengakuan rusdi di Ruangan Rapat PD. Pasar Kota Medan pada hari selasa tanggal 21/01/20 akan membawa persoalannya ke jalur hukum. Berarti hanya 3 hari PTUN Medan sudah mempunyai keputusan untuk persoalan itu.
  5. Sementara menurut informasi yang didapat redaksi melalui Bapak Nasib (Plt. Dirut), Kamis (23/01/20) di ruang kerjanya bahwa pihak Pemko Medan belum pernah mengikuti sidang apapun di pengadilan terkait persoalan Pemecatan Direksi PD. Pasar Kota Medan yang di PTUN kan setelah tanggal 21 januari 2020.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *