Polemik Pasar Marelan Medan (2): Pembangunan RP 15 M Dana APBN

Oleh: Muhammad Arifin / Pimpinan Redaksi

Medan (mediakomentar.com) – Selasa (14/01/19) Diambil dari kutipan beberapa media bahwa pembangunan Pasar Marelan menggunakan dana APBN sebesar Rp 15 M. Dan Penuturan Akhyar Nst (saat itu menjabat sebagai wakil walikota medan) tidak termasuk pembangunan kios dan stand. Dan hanya sebatas bangunan kosong yang dibangun  oleh Perkim Kota Medan.

Selanjutnya Pasar Marelan direncanakan akan diresmikan di bulan Februari 2018, tetapi sampai saat ini belum pernah terdengar terjadi Peresmian Pasar tersebut. Sedangkan PD. Pasar Kota Medan hanya mendapat Hak mengelola Pasar seperti  kontribusi tempat berjualan, Parkir dan lain-lain.

Sedangkan pembanguan untuk Kiosk dan stand/meja dilakukan oleh Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Medan (P3TM) dengan ketuanya ALI Geno. Sehingga Ali Geno yang menentukan jumlah yang harus dibayar pedagang untuk pembangunan lapak tempat berjualan mereka.

Untuk informasi bahwa P3TM adalah organisasi pedagang dan bukan perusahaan Kontraktor yang punya hak membangun di lahan pemerintah. Dan dalam prakteknya Ali Geno ini sangat berkuasa di Pasar Marelan bahkan mengalahkan wewenang PD. Pasar Kota Medan. Dan anehnya lagi P3TM yang dipimpin Ali Geno memiliki kantor didalam pasar berdampingan dengan kantor pasar di lantai 2.

Padahal menurut keterangan salah seorang pegawai PD. Pasar kota Medan(red) bahwa tidak dibenarkan ada Kantor lain di lokasi Pasar yang dalam pengelolaan PD. Pasar Kota Medan selain Koperasi Pedagang.

Keberadaan Kantor P3TM seolah menguatkan bahwa P3TM itu kuat, peraturan saja bisa dia kalahkan dan seakan seperti resmi. Jika organisasi pedagang memang bisa buat kantor di lingkungan Pasar, berarti bukan hanya P3TM saja yang bisa dapat Hak. Organisasi Pedagang yang lain juga mendapat Hak yang sama.

Nah disini yang jadi persoalan, Apakah Dana Rp 15 M untuk pembangunan Pasar Marelan sebatas bangunan Kosong yang tidak termasuk pembangunan kiosk dan stand/meja? Sebab kericuhan masalah pembangunan ini masih terus berlanjut sampai saat ini. Dan ini terjadi belum ada keterbukaan masalah anggaran menyangkut Master Plan Pasar Marelan baik itu di media public bahkan dalam pembahasan RDP di DPRD Medan yang diikuti oleh Para Pedagang dan Pihak terkait dan juga bagaimana pertanggung jawabannya.

Bersambung….(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *