Poldasu Berhasil Menangkap 5 Pelaku Pembunuhan Wartawan, 3 Masih DPO

Medan (mediakomentar.com) -Poldasu kembali berhasil menangkap pelaku pembunuhan 2 wartawan di Labuhanbatu Sumatera Utara. Yaitu diketahui bernama Sanjai Siregar dan Maraden Sianipar di perkebunan sawit KSU Amelia, Dusun VI, Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu. Jenazah kedua korban ditemukan sekitar seminggu lalu tepatnya pada tanggal 30/10/2019.

Sampai saat ini Poldasu sudah berhasil mengamankan 5 orang tersangka. Dimana sebelumnya 3 orang dan sekarang bertambah menjadi 5 orang, 3 ditangkap Ditkrimum Poldasu dan 2 orang Polres Labuhan batu, jumat (8/11/19)

informasi yang berhasil dihimpun  bermula dari tertangkapnya Victor Situmorang alias Revi (49) pada (5/11/2019) lalu. Kemudian, petugas kembali menangkap tersangka Sabar Hutapea alias Tati (50) yang diamankan 30 menit kemudian dari rumahnya di Sei Berombang Panai Hilir. Pada hari yang sama, tim yang dipimpin Kasubdit III Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak, mengamankan tersangka Daniel Sianturi alias Niel (40) di rumah saudaranya di Desa Janji, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan. Lalu, Rabu (6/11/2019) sekitar pukul 22.30 WIB, tim yang dipimpin Kasubdit III Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak bersama Tim Reskrim Polres Tanah Karo kembali mengamankan tersangka Janti Katimin Hutahaean di kos-kosan Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe.

Hingga pada Kamis (7/11/2019) sekitar pukul 14.00 WIB, kembali ditangkap tersangka kelima yaitu Wibharry Padmoasmolo alias Harry (40) di Komplek Perumahan CBD, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

Kapolda Sumut  Agus Andrianto bahwa permasalahan yang terjadi adalah sengketa perebutan lahan di Perkebunan Sawit KSU Amelia yang dikelola oleh Wibharry Padmoasmolo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka, diduga keras Wibharry diduga sebagai otak pelaku menginstruksikan kepada seseorang untuk mengusir dan menghabisi kedua korban.

“Lahan ini sebenarnya kawasan hutan yang dikelola oleh Harry (Wibharry) melalui Perkebunan Sawit KSU Amelia. Namun dalam perjalanannya ada beberapa kelompok penggarap yang berusaha untuk menduduki lahan tersebut,” terangnya.

Sehingga, hal inilah yang melatarbelakangi kedua korban dianiaya sampai meninggal dunia. Dimana enam orang pelaku, satu yang mendapat instruksi dan satu pengelola diduga keras sebagai orang yang membiayai eksekusi yang dilakukan oleh para pelaku,” tegas Kapoldasu. (rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *