Perwal Kota Medan No. 9 Tahun 2009 Harus Tegas Di Terapkan

Medan (mediakomentar.com) Paska Penegakkan Peraturan Walikota Medan no. 9 Tahun 2009 yang diterapkan di Warkop di depan RS Elisabet yang berimbas kepada Penertiban dan penggusuran pedagang yang menggunakan badan jalan, akhirnya mendapat ke khawatiran sebagian warga Kota Medan.

Bahkan sampai melobi beberapa pejabat, agar para pedagang di wilayah yang telah jelas melanggar Perwal tersebut tidak diterapkan Perwal kota Medan no. 9 Tahun 2009 tersebut.

Contohnya saja di Jl. Pagaruyung di kel. Madras yang saat ini ada jajajnan kuliner digelar dengan memanfaatkan badan jalan untuk berdagang. Bahkan sampai-sampai menyemen aspal jalan tersebut sebagai batas tempatnya berjualan.

Jelas didepan mata bahwa Kuliner di Jl. Pagaruyung tersebut sudah melanggar Perwal Kota Medan no. 9 Tahun 2009. Selain drainasenya sudah tertutup, badan jalan juga sudah menyempit dengan disemen dan bahkan sudah di pasang teratak besi.

Sewaktu dikonfirmasi Kepala Pasar Muara Takus T. Danial Bustamam, senin (25/11/19) mengatakan

” Dulu memang kuliner di Jl. Pagaruyung dikutip oleh PD. Pasar Kota Medan, tetapi setelah adanya Perwal Kota Medan tersebut, PD. Pasar tidak pernah lagi mengutipnya. Dan itu perintah Pak Walikota Medan yang pada saat itu  kalau tidak salah Walikotanya Bapak Rahudman” terang T. Danial Bustamam kepada awak media.

Menurut redaksi, jika ada pejabat yang ingin meresmikan Jl. Pagaruyung dengan dagangan Kulinernya menjadi ikon kota Medan, revisi dulu Peraturan Walikota Medan No. 9 Tahun 2009 dan tolong kepada Ketua DPRD dan Walikota Medan untuk kedepannya jangan membuat Perda maupun Perwal Kota Medan yang tidak bisa atau tidak mau diterapkan di keseluruhan Wilayah Kota Medan. Supaya para Pejabat maupun Penguasa daerah tidak dianggap menyalah gunakan wewenang oleh rakyat. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *