Pdt. Faber Manurung, Pejuang Lingkungan di Toba di Tahan Polisi

Mediakomentar.com – Sejak pagi, Selasa, 20 April 2021, Pdt. Faber Manurung dan sekitar 15 warga melakukan aksi protest di Desa Pangombusan, Kecamatan Parmaksian. Mereka memprotest kerusakan lingkungan yang sudah berlangsung lama di kampung mereka, Dusun Parbulu, Desa Bandar Ganjang, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba.

Aksi protest dengan memberhentikan truk pengangkut kayu PT TPL dilakukan setelah perjalanan panjang Pdt.Faber Manurung dan kawan-kawannya mengadukan keberatan ke berbagai pihak, seperti, Pemkab Toba, kepolisian, Menteri bahkan ke istana presiden. Namun upaya tersebut tidak pernah direspon, walau mereka sudah mengumpulkan banyak bukti memperkuat dugaan perusakan lingkungan oleh PT TPL di kampungnya.

Pdt. Faber Manurung, yang saat ini sebagai dosen pengajar di Universitas HKBP Nomensen,-Medan tidak kenal lelah menyampaikan tuntutannya kepada pemerintah agar ada tindakan tegas pemerintah terhadap perusahaan tersebut. Tak kunjung direspon, Pdt Faber Maurungpun akhirnya melakukan aksi siang ini yang berujung pada penangkapannya.

Adapun dugaan kerusakan lingkungan yang mereka protest sejak dulu adalah soal tidak adanya ijin pembuangan limbah dari pembibitan PT.TPL yang langsung ke persawaahan mereka.
Akibat dari pembuangan limbah ini lahan pertanian mereka menjadi rusak.

Selain kerusakan lingkungan, tunutan lain yang mereka perjuangkan adalah termasuk soal tanah yang menjadi lokasi pembibitan tersebut adalah tanah yang sebelumnya merupakan milik dari dari keluarga besar mereka yakni keturunan St. Op. Sinta Manurung.

Dalam aksi siang ini, selain melakukan penyetopan truk PT TPL, Pdt. Faber Mnaurung juga melakukan orasi. Sebelum penangkapan terjadi adu mulut antara pihak kepolisian dengan Pdt. Faber. Sekitar 30 orang polisi datang dan menanyakan tentang surat izin melakukan aksi. Sebagai kordinator aksi, Pdt. Faber Manurung menjelaskan bahwa mereka sudah melaporkan persoalan mereka ke Mabes Polri.

Pihak kepolisian meminta agar aksi tersebut dihentikan, namun Pdt. Faber tetap bersikukuh akan melanjutkan aksi tersebut. Akhirnya pihak kepolisian membawa Pdt. Faber Manurung, dibawa paksa oleh pihak kepolisian ke Mapolres Toba.

Pdt. Faber Manurung membutuhkan dukungan dari kita semua…

Stop kriminalisasi Aktifis Lingkungan dan HAM
Segera bebaskan Pdt. Faber Manurung. (MA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *