25 Januari 2022

Paska Revitalisasi Pasar Kp. Lalang, Pedagang Makin Terpuruk dan Merugi

Mediakomentar.com, Medan, Sumut – Revitalisasi Pasar Kampung Lalang pada tahun 2018 menyisakan kesengsaraan bagi pedagang. Dimana yang dulunya sebelum dilakukan revitalisasi, Pasar Kampung Lalang hanya berlantai satu dan para pedagang masih mendapat penghasilan yang lumayan.

Mediakomentar.com, Medan, Sumut – Revitalisasi Pasar Kampung Lalang pada tahun 2018 menyisakan kesengsaraan bagi pedagang. Dimana yang dulunya sebelum dilakukan revitalisasi, Pasar Kampung Lalang hanya berlantai satu dan para pedagang masih mendapat penghasilan yang lumayan.

 

Lokasi pasar yang Kp. Lalang yang berada didaerah pinggiran Kota Medan (Jl. Kelambir Lima Simpang Jl. Gatot Subroto) berbatasan dengan Kab. Deli Serdang dan dekat dengan Terminal Pinang Baris, merupakan lokasi yang sangat strategis untuk perdagangan. Hal ini memang dirasakan para pedagang sebelum dilakukan revitalisasi bangunannya.

 

Tetapi setelah dilakukan Revitalisasi yang merubah bentuk bangunan Pasar dari hanya berlantaikan lantai satu menjadi dua lantai dan diberlakukannya sistem zoning, malah membuat transaksi jual beli di Pasar Kp. Lalang semakin sepi dan banyak lapak tempat berjualan yang kosong dan malah para pedagangnya menangung beban hutang.

 

Hal ini membuat para pedagang mengadukan nasibnya ke Management PUD Pasar Kota Medan, rabu (1/12) Jl. Razak Baru Lt III Pasar Petisah.

 

Paska selesai Rapat dengan Magement PPUD Pasar, Kepada media Erwina Pinem Pinem (Ketua Persatuan Pedagang Pasar Kp. Lalang) mengatakan bhawa akibat sistem zoning yang diterapkan PD. Pasar di tiadakan karena pasar semakin sepi.

 

“ Pasar Kampung lalang semakin hari semakin sepi dan semakin sulit akibat penzoningan-penzoningan kebijakan Direksi yang lama. Dan memohon dan berharap besar kepada Direksi yang baru agar mengevaluasi kebijakan itu (zoning). Dan menuntut agar sistem zoning ditiadakan karena itu omong kosong. Sebab saat ini ada yang berjualan sepatu diatas dan ada juga yang dibawah” Terang bu erwina.

 

Lanjut, bu erwina Pinem juga mengatakan bahwa kaibat sistem zoning tersebut dirinya saat ini malah sudah menanggung hutang sebesar 10 juta rupiah.

 

“Dulu sebelum revitalisasi pasar, konsumen saya masih banyak dikarenakan semua pedagang berjualan di lantai satu. Sekarang jenis dagangan kain tidak boleh berjualan di lantai satu dan harus dilantai dua. Sementara para konsumen yang kami alami saat ini enggan naik kelantai dua. Sehingga kami banyak para pedagang termakan modal dan mengalami kerugian serta menanggung hutang dagang termasuk saya sebesar 10 juta rupiah” tambahnya.

 

Ibu erwina juga membongkar janji Management Direksi yang lama terkait jenis jualan dan kiosknya.

 

“Sewaktu pengundian Kios dulu, surat undian saya sesuai dengan jenis jualan saya (Kain) dan mendapat Kios no. 115-116 di lantai satu. Lalu ada kebijakan dari Management Pasar bahwa dilantai satu tidak boleh jenis jualan kain. Lalu mangement pasar merobah jenis jualan tersebut menjadi accesoris. Dan dijanjikan hanya sebatas 6 bulan saja, takut ada keributan dikarenakan mau pilkada. Jika situasi sudah kondusif maka sudah bisa kembali di rubah jenis jualan ke kain. Tetapi kenyataannya sampai saat ini sama sekali tidak bisa di rubah. Akhirnya sampai saat ini saya malah jadi tak berjualan disebabkan jenis dagangan saya kain, tetapi kontribusi tempat berjualan juga dibayar begitu juga  dan hal ini sama yang dialami para pedagang lainnya”ungkapnya.

 

Menutup pembicaraan erwina pinem mengatakan kalau management PUD Pasar Kota Medan sesuai hasil rapat akan melakukan investigasi ke Pasar sembari melihat kondisi bangunan Pasar  yang dikeluhkannya.

 

“Saya juga menyampaikan bahwa ada bangunan seperti pint yang rusak dan lain-lain. Jadi menyangkut segala keluhan kami, management PUD Pasar Kota Medan berjanji akan datang ke Pasar Kp. Lalang di hari senin depan tanggal 6 Desember 2021” tutupnya.

 

Senada dengan itu dan dihari yang sama, kepada media di ruang kerjanya Kabag Hukum dan Humasy PUD Pasar Kota Medan Hafidz Siregar, SH membenarkan apa yang dikatakan ibu Erwina Pinem.

 

“Memang benar, tadi baru selesai rapat dengan perwakilan pedagang Pasar Kampung Lalang yang diketua Ibu Erwina Pinem, segala keluhan pedagang tersebut sudah ditampung dan menjadi catatan bagi kami. Selanjutnya untuk memastikan hal ini semua, kami (Management) memang berjanji akan datang di hari senin depan ke pasar Kp. Lalang” terangnya.

 

Mengenai bangunan, Hafiz Siregar mengatakan bahwa “PUD  Pasar Kota Medan hanya mendapat Hak Pengelolaan saja dari Pemko Medan sebab assetnya milik Pemko Medan. Jadi itu ada pembahasan juga dengan Walikota Medan” tutupnya

(Muhammad Arifin)