Pantai Cermin Bergejolak, Sudah Lama Masyarakat Mengeluh (1)

Sergai, Sumut (mediakomentar.com) –  Kecamatan Pantai Cermin berada di Kab. Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara dengan ibukotanya Sei Rampah. Induk dari Kabupaten Sergai sebelumnya adalah Kabupaten Deli Serdang yang dimekarkan sesuai dengan UU RI Nomor 36 Tahun 2003 pada tanggal 18 Desember 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Serdang Bedagai pada 18 Desember 2003 pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri.

Berada di wilayah pesisir utara pulau sumatera yang berbatasan langsung dengan selat malaka. Kabupaten Sergai memiliki pesona wisata pantai yang indah dan banyak mendatangkan wisata domestik maupun manca negara.

Kecamatan Pantai Cermin yang berada tepat di pesisir pantai yang terkenal dengan panorama pantainya, belakangan ini masyarakatnya sudah mulai resah dengan bisa berdirinya bangunan hotel dipinggir pantai yang dulunya merupakan wilayah perkampungan dan selanjutnya dijadikan hutan lindung oleh Pemerintah.

Dan jika masuk ke wilayah yang ada Hotel tersebut, bahkan masyarakat sekitar saja harus dikenakan biaya dan ini sudah lama terjadi. Menurut warga sekitar (red), bahwa kegelisahan mereka sudah lama terjadi bahkan saat ini sudah mulai puncaknya, sabtu (20/03).

Wilayah yang dimaksud masyarakat tersebut dengan Redaksi adalah pantai yang berada di Desa Pantai Cermin Kanan dan sekitarnya yang sudah ada berdiri bangunan Theme Park. Dan pengelola Theme Park mendirikan Gapura yang menurut masyarakat ada juga personil TNI Polri di Pos Penjagaan tersebut.

Bangunan Los Jualan Yang Dibangun Pemerintah Terbelengkalai dan tak terawat (memprihatinkan)

Setelah melewati Gapura dan Pos Penjagaan tersebut, disebelah kanannyalah berdiri Theme Park. Dan Theme Park statusnya milik swasta (Non Pemerintah). Lalu setelah melewati Theme Park berdiri bangunan berbentuk los tempat berjualan yang dibangun Pemerintah yang bersejajaran dengan Theme Park. Dan kondisinya juga sangat memprihatinkan.

Pemakaman Umum Masyarakat sekitar
Makam Keramat yang dikenal dengan nama Tok Jabut

Selanjutnya jika terus berjalan lurus, ada lokasi pemakaman umum dan makam keramat serta sebuah mushollah sebelah kirinya. Dibelakang Makam Keramat dan Musholla masih ada ada lahan yang dikatakan Hutan Lindung tetapi katanya sudah dimliki oleh inisial (A) yang masih jadi kontroversi serta adanya lokasi tempat berjualan masyarakat serta pondok istirahat yang menghadap ke pantai.

Hutan Lindung yang masih menjadi kontroversi dimasyarakat
Musholla hasil swadaya masyarakat sekitar.

Keluhan masyarakat sekitar….. (bersambung)

Penulis : Muhammad Arifin/Pimpinan Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: