Pantai Cermin Bergejolak, Diduga Aparat Keamanan Membacking Pengusaha Theme Park (4)

Sergai, Sumut (mediakomentar.com) – Pada edisi ke-3 dengan judul “Pantai Cermin Bergejolak, Masyarakat Sudah Tertipu dan dan Terzholimin (3)” menceritakan tentang adanya oknum-oknum yang nakal yang telah memperdaya masyarakat sekitar pantai dengan membuat cerita rekayasa tentang pembangunan Theme Park, Jalan Umum yang dibangun Gapura pintu masuk dan Hutan lindung yang pengelolaanya jadi milik pribadi.

Pada edisi yang ke empat ini redaksi menceritakan bagaimana bisa terjadinya penduduk setempat menjalankan usaha berjualan di pantai yang berpindah-pindah tempat yang semakin jauh kedarat.

Catatan : Bahwa usaha yang dilakukan masyarakat sekitar berupa menjual makanan/minuman dan souvenir.

Masih berdasarkan keterangan dari masyarakat sekitar (red) bahwa keluhan masyarakat berawal sekitar 7 tahun lebih lalu. Dimana sebelumnya lokasi mereka menjalankan usaha di pantai untuk memenuhi kepentingan wisatawan masih berada jauh dari bibir pantai sekitar 50 s/d 100 m. Sedangkan pondok-pondok untuk berteduh berada didepan tempat berusaha.

Sembari menunjukkan salah satu bekas tiang cor pondasi pondok berjualan yang masih tersisa dan tergeletak di pasir pantai, yang berada sangat dekat dengan bibir pantai, masyarakat tersebut juga mengatakan

“Inilah salah satu tiang tempat pondok berjualan warga sekitar. Yang dulunya disinilah pondok berjualan didirikan dan dulunya masih jauh dari pantai tapi sekarang sudah terendam oleh pasir pantai dan air pasang laut. Dan ini merupakan lokasi pindahan yang kedua, dimana sebelumnya pondok jualan kami berada jauh kearah sana (sambil menunjukkan ke arah laut). Ini gara-gara batu pemecah ombaknya diambil menjadi pondasi pembangunan Theme Park” jelasnya.

Selanjutnya warga tersebut (red) membawa awak media kelokasi lain yang berada di darat dan menunjukkan lokasi pemakaman yang tak jauh dari bibir pantai. Raut wajah yang nampak sedih terpancar disaat menunjukkan lokasi pemakaman tersebut.

“Inilah lokasi pemakaman umum yang dimiliki warga sekitar sini. Logikanya tak mungkin muda-mudi tempat kami bermain masyarakat memilik lokasi pemakaman yang berada dekat dengan bibir pantai. Tapi ini dulu (lokasi Pemakaman) sangat jauh dari pantai. Sedangkan lokasi muda-mudi bermain dulu saat ini sudah terendam air laut. Bahkan dulu bermain sepakbola diadakan sekitar sini. Intinya segala kegiatan masyarakat sekitar sini ditumpukan di lokasi ini semua”

“Tapi saat ini semuanya sirna oleh kebijakan penguasa dan pengusaha. Jalan masuk kami (warga) yang dulu bebas masuk dan keluar saat ini sudah dibangun Gapura oleh Theme Park. Keluarga warga sini yang datang ke pantai ini sudah dikutip bayaran dikarenakan melewati Gapura Masuk Theme Park tersebut. Padahal dulunya pantai ini tempat mereka bermain juga”.

Bahkan keluarga dan teman saya juga mengeluh dengan mengatakan

“Tempat bermain masa mudapun sudah dikenakan bayaran, bahkan untuk berziarahpun kemari sampai-sampai ditanya oleh petugas pintu gerbang dan dikutip bayaran” terang warga tersebut sembari menirukan bahasa yang disampaikan keluarganya.

Sedih bang, TNI yang semestinya tugasnya melindungi masyarakat malah saat ini tercemar oleh Aparat TNI dari Koramil yang bermarga Juntak dengan menakuti warga yang siapapun melintas melewati pintu gerbang. Seperti saat lebaran Idul fitri (1442 H) kemaren, sampai-sampai si Juntak tersebut mendatangi warga ke pemakaman guna memastikan apa benar warga yang mengaku ziarah memang benar ziarah dan punya keluarga yang dimakamkan dilokasi Pemakaman tersebut. Kasar dan seperti mengaggap masyarakat sekitar sebagai perusuh dan mengganggu pekerjaannya, sebenarnya ada juga petugas Polisi yang berada di Gapura Theme Park tersebut, tapi saat ini tak sekasar si Juntak”.

“Harapan kami, baik itu personil Polisi maupun TNI bertugas menjaga keamanan negara ini dan bukan bertugas untuk kepentingan oknum pengusaha saja guna melancarkan usahanya dengan dijanjikan pundi-pundi uang” Tutupnya.

Informasi yang didapat awak media bahwa Aparat TNI dari Koramil yang ada di Pantai Cermin bermarga Juntak tersebut selalu berada di Theme Park. Dan tak tau fungsinya apa, yang jelas siapapun yang melewati Theme park selalu berurusan dengannya. (Bersambung …. )

Oleh : Muhammad Arifin / Pimpinan Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *