Nasib Dan Gelora Ginting Jadi Plt Dirut dan Dirop PD. Pasar Medan

Medan (mediakomentar.com) – Bapak Nasib yang merupakan Sekretaris Badan Pengawas Perusahaan Daerah Kota Medan beserta rombongan dari Pemko Medan dengan berbekal Perintah dari Plt Walikota hadir dikantor PD. Pasar Kota Medan. Selasa (21/01/20)

Kedatangan Nasib beserta rombongan dan berkumpul di Ruangan Rapat PD. Pasar Kota Medan dihadiri oleh 3 Direksi yang dipecat dan 1 Direksi yang masih aktif. Turut hadir dalam acara tersebut segala jajaran struktur Jabatan, Karyawan PD. Pasar beserta para awak media. Peran serta kesigapan personil kepolisian dalam mengawal kegiatan tersebut menambah kekondusifan acara.

Tujuan kehadiran Nasib beserta rombongan untuk menegaskan bahwa ke 3 Direksi PD. Pasar Kota Medan yaitu Direktur Utama (Rusdi Sinuraya), Direktur Operasi (Yohny Anwar) dan Dan Direktur SDM & Pengembangan (Arifin Rambe) telah dipecat dan diberhentikan secara tidak hormat berdasarkan Petikan keputusan yang telah diterima ke 3 Direksi tersebut.

Dari 3 Direksi ini, yang diganti langsung adalah Direktur Utama dijabat oleh Nasib yang mengaku marga Purba sebagai Plt Dirut dan Gelora Ginting yang juga hadir dalam acara tersebut dengan jabatan Plt. Direktur Operasi. Sedangkan Direktur SDM & Pengembangan (Dibang) awak media tidak mendengar ada penggantinya. Sedangkan Direktur Keuangan Osman Manalu masih tetap menjabat sebagai salah satu Direksi di PD. Pasar yaitu Direktur Keuangan

Dari ketiga Direksi yang diganti Cuma Yohny Anwar yang sudah mengakui kehadirannya di Ruang Rapat PD. Pasar Kota Medan sebagai mantan Direksi (Dirop). Sedangkan Rusdi Sinuraya dan Arifin Rambe belum bisa menerima keputusan tersebut. Dikarenakan surat yang diterima berbentuk Petikan dan bukan SK pencopotan jabatan dengan tulisan dipecat secara tidak hormat tanpa menuliskan alasan mengapa dipecat dan masih dianggap perlu proses hukum lebih lanjut.

Yohny Anwar walaupun sudah mengakui kehadirannya bukan lagi Direktur operasi PD. Pasar Kota Medan, mempertanyakan dan sedikit mempersoalkan tulisan “dipecat secara tidak hormat”. Menurutnya kalimat tersebut bukan hanya berpengaruhi dirinya tetapi juga mempengaruhi keluarganya. Apalagi dirinya tidak pernah menerima surat berbentuk teguran seperti Surat Peringatan (SP) jika ada perbuatannya yang salah. Dan beliau juga mengatakan mengapa hanya 3 Direksi saja dan satu Direksi lagi masih aktif, intinya kenapa tidak kolektif?. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *