Masih Ada Tapal Batas Desa-desa di Kec. Pantai Labu Belum Jelas

Deli Serdang, Sumut (mediakomentar.com) – Sungguh mengheranka, ternyata sampai tahun 2021 Tapal Batas Desa-desa di Kecamatan Pantai Labu ada yang belum jelas pasti.

Berawal dari adanya surat tanah berbentuk Grand yang dimilki oleh T. Hermansyah, AMP (Sri Maharaja Ke-VII Raja Ramunia Kesultanan Serdang) yang memiliki wilayah kekuasaan Kec. Pantai Labu, Kec. Beringin dan sekitarnya yang diperlihatkan kepada Redaksi untuk menulusuri dan menulis ulang sejarah Kerajaan.

Ternyata yang terjadi dilapangan bahwa tapal batas desa-desa sudah tidak sama lagi dengan yang ada di Grand. Ditambah lagi diatas tanah tersebut malah sudah ada yang mengaku memiliki Ranah/lahan tersebut berdasarkan surat beli kepada seseorang (Oknum Penggarap) dan ada yang mengaku diketahui Kepala Desanya.

Kesimpulannya, Dasar atau pedoman Kades menanda tangani surat tersebut belum mempunyai bukti yang kuat. Yang herannya kenapa kades tersebut bisa berani menanda tangani surat diatas lahan tersebut yang belum pasti masuk kewilayah desanya.

Contohnya antara Desa Bagan Serdang dengan Desa Sei Tuan. T. Hermansyah sambil menunjukkan salah satu surat yang ditanda tangani Kades terdahulu di tahun 1984, pengakuaannya kepada Redaksi walaupun memiliki Surat Grand Tanah tetapi membayar sejumlah uang  atau dengan istilah tolak cangkul kepada penggarap Tanah/lahan yang berada diatas Surat Grand Tanahnya. Dan lokasi yang dimaksud tersebut berada di pinggiran pantai yang saat ini diakui masyarakat sebagai wilayah Desa Sei Tuan.

Sementara pengakuan T. Hermansyah, bahwa dirinya telah menemui Kepala Desa Sei Tuan Pak Marbun terkait lahan tersebut. Sambil menjelaskan bahwa surat yang dimilikinya atas lahan tersebut ditanda tangani Kepala Desa Bagan Serdang. Ini beliau lakukan karena terdengar kabar bahwa lahan tersebut saat ini masuk wilayah Desa Sei Tuan.

Begitu juga dengan di Desa Tengah. Disaat T. Hermansyah memberikan surat izin menanam diatas lahannya oleh salah seorang petani, terdengar kabar bahwa lahan tersebut masuk dalam wilayah Desa Sei Tuan. Ada surat yang ditanda tangani Kepala Desa Sei Tuan terkait lahan-lahan sekitar tersebut. Sementara menurut peta surat Grand yang dimilki T. Hermansyah beserta surat pengakuan masyarakat tahun 1991 bahwa lahan tersebut masuk wilayah Desa Tengah.

Untuk memastikan hal ini, Redaksi mengunjungi Kantor Desa Tengah dan berjumpa dengan Pak Kades Irwansyah yang saat itu didamping Sekretaris Desanya.

Ternyata memang benar, wilayah yang lebih strategis masuk kedalam Desa Tengah ditambah lagi lokasinya percis berada di Kantor Desa Tengah, masyarakat memiliki surat yang ditanda tangani oleh Kepala Desa Sei Tuan.

“Menurut informasi yang didapat bahwa dulunya lahan tersebut dikuasai oleh Puskopad lalu direbut oleh masyarakat. Tetapi Kades Tengah masa itu gak berani mengeluarkan bahwa menanda tangani surat apapun diatas tanah tersebut (takut bermasalah).  Tapi gak taulah kenapa Kades Sei Tuan masa itu berani menanda tangani surat diatas lahan tersebut. Yang saya dengar alasannya karena Kebun Puskopad luas arealnya banyak di Desa Sei Tuan maka mau menanda tangani surat diatas lahan tersebut. Dan saat ini malah sudah terdengar kabar sudah terjadi jual beli dengan pihak lain lagi” Terang Pak Kades Irwansyah.

Untuk memastikan tapal batas ini, Redaksi coba menghubungi Bapak Misnan Al Jawi (Anggota DPRD Kab. Deli Serdang)melalui selular  mengatakan bahwa

“Lebih baik berkoordinasi dulu dengan Kepala Desa dan Camatnya, jika tidak ada solusi nanti kita bahas di DPRD. Dan lahan itu milik negara atau tidak?” pungkasnya, Jumat (12/03)

Atas saran beliau Tim Redaksi saat itu juga Redaksi mencoba mendatangi Kantor Desa Sei tuan, tapi sayang hanya bertemu perangkat desa saja dan mengaku bermarga Manullang dikarenakan Pak Kades masih berada di Kantor Camat acar Vaksin Covid-19

“Jumpa Pak Kades sajalah Pak terkait masalah tapal batas ini,apalagi ini bukan wewenang saya” terang pak manullang.

Lalu tim mencoba mendatangai Pak Kades di kediamannya pada Hari minggu (14/03) tapi sayang tak berhasil juga bertemu karena berada diluar rumahnya dan tak tau kemana berdasarkan keterangan dari putrinya… (bersambung)

Penulis : Muhammad Arifin/Pimpinan Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: