Maraknya Judi, Kapolsek Labuhan Dan Kapolres Belawan Layak Untuk di Copot

Medan, Sumut (mediakomentar.com) –  23/01/2021 – Titik kekecewaan masyarakat atas pelayanan Kepolisian terkhusus di jajaran Polres Pelabuhan Belawan akhirnya sudah memulai memuncak. Dan ini karena terkait maraknya judi di wilkum Polres Pelabuhan Belawan Sumatera Utara terutama di Polsek Medan Labuhan.

Bahasa yang terbenak difikiran dan terucap dalam ucapan masyarakat bukan hanya sebatas Kepolisian tidak bisa memberantas judi tersebut, tetapi sudah mengarah kepada tidak mau memberantas judi.

Di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan Polda Sumatera Utara, sudah berulang kali para emak-emak dibantu masyarakat menggerebek lokasi judi, dan hasilnya di lokasi tersebut memang ada permainan judi dengan menggunakan mesin ketangkasan.

Hal ini dilakukan karena para emak-emak sudah sangat kesal kepada pihak kepolisian sebagai aparat hukum yang tidak pernah menangkap pelaku usaha judi tersebut. Padahal lokasi permainan judi tersebut berada di lingkungan rumah warga.

Selain anak-anaknya jarang pulang kerumah karena lebih asyik berada dilokasi perjudian,  suaminyapun jarang memberi biaya nafkah rumah tangga, dikarenakan lebih mengutamakan modal untuk berjudi. Inilah alasan para emak-emak melakukan penggerebekan tersebut ditambah lagi disaat melaporkan perjudian tersebut, hasilnya tidak sesuai yang diinginkan.

Bahkan disaat emak-emak melakukan penggerebekan, pengelola usaha judi sempat melakukan perlawanan, seperti yang terjadi di pinggiran sei deli di kel. Labuhan Deli Kec. Medan Labuhan. Lebih parah lagi pernah disaat digrebek tim satgas Covid-19 Provinsi Sumatera Utara didaerah Pasar VII Desa Manunggal Kec. Labuhan Deli Kab. Deli Serdang yang juga masuk wilkum Polsek Medan labuhan Polres Pelabuhan Belawan, Pengusaha judi dengan oknum preman yang diduga terlibat dalam memuluskan perjudian tersebut melakukan perlawanan dengan melempari petugas sampai beberapa petugas mengalami cedera dan beberapa unit mobil petugas mengalami pecah kaca.

Luar biasa! Apa yang telah terjadi diwilayah Medan Bagian Utara yang masuk dalam wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Judi yang menurut peraturan Pemerintah berdasarkan Pasal 303 KUHP merupakan suatu tindakan kriminal, ternyata bisa bebas terjadi bahkan dengan memakai mesin ketangkasan pula. Para oknum pengelolapun berani untuk melakukan perlawanan disaat dilakukan penggerebekan.

Jangan salahkan masyarakat jika para oknum kepolisian tertutama di wilayah hukum kerjanya dianggap sebagai salah satu orang maupun instansi yang merusak moral anak bangsa kedepan. Jangan salahkan masyarakat jika tidak percaya lagi dengan kepolisian. Sebab Kepolisian yang mempunyai wewenang menangkap pelaku kriminal dianggap sudah menyalah gunakan wewenangnya dalam hal ini dianggap memuluskan kriminal perjudian.

Penggerebekan judi yang dilakukan para emak-emak dan masyarakat yang videonya viral di medsos dan juga masuk beberapa media on line, rata-rata kebanyakan terjadi di wilayah Polsek Medan Labuhan Polres Pelabuhan Belawan pada masa tahun 2020. Bahkan di awal Tahun 2021 tepat tangggal 3 januari 2021 penggerebekan oleh emak-emak dan warga terjadi lagi didaerah Kel. Mabar Kec. Medan Deli yang masuk wilkum Polsek Medan Labuhan Polres Belawan.

Lalu kelang 2 hari kemudian pihak Polsek Labuhan melakukan penggerebekan judi dilokasi Jl. Yos Sudarso Kel. Mabar Kec. Medan Deli dan simpang KIM dan hasilnya berhasil menyita mesin ketangkasan judi tersebut. Tetapi tidak ada satupun pengusaha judinya yang di jadikan tersangka.

Selanjutnya beberapa hari yang lalu tepatnya di Jl. M. Basir Kel. Rengas Pulau Kec. Medan Marelan, para emak-emak melakukan penggerebekan judi lagi dan ini masuk juga dalam pemberitaan di media. Dan dalam dalam pemberitaan tersebut pengusaha judinya sempat melakukan perlawanan tepatnya pada tanggal 20 Januari 2021.

Selanjutnya, sama seperti sebelumnya. setelah emak-emak melakukan penggerebekan di tanggal 20januari 2021  lalu  pada tanggal 22 Januari 2021 (kelang 2 hari), Polsek Medan Labuhan dipimpin langsung Kompol Edy Safari melakukan penggerebekan Kelokasi Judi di Jl. Rawe  Kel. Tangkahan Kec. Medan Labuhan. Dan hanya terdegar mengamankan mesin ketangkasannya saja. Tidak ada yang terdengar tersangka pengusaha judinya.

Jadi dari kejadian ditahun 2020 sampai saat ini (Januari 2021) maraknya judi terjadi wilkum Polsek Medan Labuhan dan wilkum Polres Belawan dan banyaknya penggerebekan yang dilakukan oleh emak-emak serta tidak adanya penangkapan kepada pengusaha judi maupun bandarnya, maka sebaiknya Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edy Safari layak sudah diganti dan copot jabatannya tanpa ada kenaikan karir. Begitu juga dengan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP DR. H.M.R. Dayan. SH. MH juga layak untuk diganti tanpa ada kenaikan karir.

Dikhawatirkan kekesalan masyarakat bukan hanya sebatas menggerebek lokasi judi, mungkin akan mencapai puncaknya dengan mendatangi kantor polisi untuk melihat kinerja kepolisian Republik Inddonesia.

Cukup sulit saat ini masyarakat untuk melakukan pemberantasan judi, sebab tidak mempunyai wewenang menangkap pengusaha judinya. Judi yang juga dilarang agama, tetapi jika praktek judi di grebek oleh Ormas Agama, malah yang muncul kedepannya nanti imagenya bahwa ormas agama tersebut radikal dan tidak punya hak untuk melakukan tindakan tersebut. Dan yang punya hak adalah aparat hukum. Kemaanaa… aparat hukumnya?

Ada beberapa persoalan yang menjadi pertanyaan

  1. Mengapa tidak pernah terdengar adanya penangkapan pengusaha judi dan bandarnya?
  2. Mengapa tidak pernah terdengar adanya penggerebekan pabrik pembuatan mesin ketangkasan judi apalagi sampai menangkap pengusaha ataupun pemilik pabriknya?

Sebagai seorang media, lama-lama kesal juga. Sudah diberitakan berkali-kali bahkan sudah terbit dibeberapa media tentang kriminal judi. Tetapi masih ada juga praktek judi marak. Mau dijadikan apa negara ini?

Hanya ada 2 solusi, GANTI APARAT HUKUMNYA atau kalau tidak punya rasa malu dicap sebagai pelopor perusak generasi anak bangsa GANTI SAJA HUKUMNYA.(*)

Penulis : Muhammad Arifin/Pimpinan Redaksi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: