Mandor Mitra Penganiaya Wanita Di Duga Copet “Gol” Tukang Parkir Melarikan Diri

Medan, Sumut (mediakomentar.com) – Viral di Medsos Facebook penganiayaan yang dialami seorang IRT atas tuduhan COPET yang dituduhkan oleh dua orang Pria. Seorang memakai rompi bertuliskan DISHUB dan seorang lagi berpakaian biasa (mengenakan kaos oblong warna putih Mandor Mitra) selasa (09/02/21).

Memang Biadab, itulah kata yang pantas untuk kedua pelaku salah satunya diketahui bernama Hasan Basri Lubis (30) berprofesi sebagai mandor angkot MITRA warga Jalan Flamboyan Raya Pajak Melati, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan dan seorang oknum memakai rompi bertuliskan DISHUB.

Mandor angkutan kota (Angkot) Mitra ini ditangkap POLISI setelah aksinya yang menganiaya seorang wanita terduga pencuri viral di media sosial (Medsos) pada Selasa, 9 Februari 2021 sore. Mandor angkot Mitra yang kejam dan tak memiliki hati nurani ini akhirnya berhasil ditangkap di Jalan Flamboyan Raya Pajak Melati Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan Rabu, 10 Februari 2021 sekira pukul 18:00 wib.

Video yang viral di medsos berdurasi lima menit tersebut terekam jelas Hasan Basri menjambak dan memukul wajah IRT yang diduga sebagai pelaku pencuri. Dan dalam video yang berdurasi sekira lima menit itu, terlihat juga pria yang memakai rompi bertuliskan Dinas Perhubungan (Dishub) juga ikut memukuli dan menunjang wajah wanita terduga pencuri tersebut.

Ketika awak mediakomentar.com konfirmasi langsung via telpon whatsapp ke Kapolsek Deli Tua AKP Zulkifli Hrp mengatakan,” Benar pelaku pemukul seorang wanita yang viral di medsos sudah kita amankan di Mako,”kata AKP Zul, namun seorang pelaku yang satu lagi ketika mau di ringkus langsung melarikan diri (Kabur) terang AKP Zul kepada awak mediakomentar.com via Telpon whatsapp Kamis (11/02) sekira pukul 15:00 Wib.

Sedangkan sebelumnya, paska kejadian penganiayaan tersebut, IRT yang dituding mencuri dompet dan HP android berinisial nama ADN babak belur dihajar massa, tepatnya di pajak Melati Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan tuntungan . Alhasil ADN menderita luka serius di bagian pelipis wajah dan sekujur badan membiru lebam pada hari selasa (09/02/2021) sekira pukul 15.45 wib.

Bertempat dihalaman Mapolsek Delitua, didampingi anaknya ADN mengutarakan telah resmi melaporkan musibah yang menimpa dirinya itu ke pihak Kepolisian sektor Delitua tertuang dengan No : LP/154/K/ll/2021/SPKT/Sek Delta tanggal 09/02/2021.

Ia mengatakan tak terima dituduh sebagai pencuri, tidak hanya fisiknya yang teraniaya bahkan harga dirinya pun sudah ikut terinjak injak, Pungkasnya.

” Iya pak, saya dituduhkan mencuri, saya sudah menjelaskan saya tidak ada mencuri saya sudah memohonkan untuk di selesaikan dikantor Polisi, namun saya di hajar seolah benar – benar pencuri” ucapnya berlinang air mata.

ADN yang merupakan warga Brayan ini menceritakan kronologis naas yang menimpanya itu. Awal tujuannya datang kepajak Melati niatnya hanya mau belanja tepatnya pada pukul 15.30 wib. Namun ada ibu-ibu bergaun biru menuduh saya mencuri, saya sudah tanya apa yang saya curi? Namun mereka tidak menyebutkan barang yang kucuri itu, ujarnya.

“Saya dianiaya ramai ramai, dipukuli, sempat juga leher saya di ikat pake karung, dan di seret ke rumah kosong, aku hanya bisa pasrah” sebutnya.

Ditambahkan ADN yang merupakan seorang ibu rumah tangga, yang memperjuangkan lima anaknya yang masih duduk di bangku kuliah ini mengatakan pelaku penganiayaan harus di proses hukum, tegasnya.

Yang mengaku kecopetan itu yang baju biru dalam video sempat berjanji membawa saya berobat, namun belakangan setelah datang seorang berdinas TNI, ibu yang baju biru melarikan diri, padahal sempat dijanjikan di obatkan.

“Dipanggil pak Tentara itu juga dia, namun tak mau lagi” ujarnya. (Novrizal)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: