LSM Penjara Sumut (Adi Warman Lbs) : Mempertanyakan Kinerja Polresta Binjai Terkait Kasus Kepri Tarigan

Binjai, Sumut (mediakomentar.com) – Kepri Tarigan yang merupakan salah satu Pengurus DPD LSM Pejara Sumut yang di komandoi Adi Warman Lubis kepada redaksi dalam rilis Pers yang dikirim melalui selular (pdf) bahwa : Jumat, 12 Maret 2021 pukul 11.00 WIB DPD LSM PENJARA Sumut yang di Komandoi oleh Ketua Adi Warman Lubis mendatangi Polresta Binjai untuk mempertanyakan Kinerja Aparat Kepolisian yang telah Menggeledah dan melakukan Penyitaan di rumah Keprianto Tarigan.

Tindakan oknum Polisi tersebut patut diduga menyalahi prosedur dalam menentukan dan menemukan barang bukti yang terkait dengan kasus yang dialami oleh Keprianto Tarigan yang ditetapkan Tersangka oleh Polres Binjai dalam kasus 406 KUHP. Dengan bermodalkan Surat perintah penggeledahan pihak Penyidik mengambil secara paksa salah satu dari 2 Cangkul yang ada di rumah Keprianto Tarigan yang diambil dan disita untuk dijadikan barang bukti, padahal kasus tersebut telah berlangsung 10 bulan.

Cangkul yang disita tersebut ternyata milik dari Sdr Parulian Manullang yang dibawa dari rumahnya untuk dipakai membuat dan menggali Septi Tank pada hari Minggu tanggal 7 Maret 2021 sekitar pukul 14.00 – 17.00 WIB di halaman Keprianto Tarigan.

Yang menjadi masalah adalah pada hari Senin tanggal 8 Maret 2021 sekitar pukul 15.00 WIB datang sekitar 10 orang aparat kepolisian Polres Binjai melakukan penggeledahan dan penyitaan di rumah Keprianto Tarigan di Jalan Danau Laut Tawar No 91 Gg. Tarigan Binjai untuk mencari Alat Bukti, ternyata Alat yang mau dijadikan Alat Bukti adalah sebuah Cangkul milik dari Parulian Manullang.

Sehingga Sdr Manullang telah membuat surat kepada Bapak Kapolres pada tanggal 8 Maret 2021 agar Cangkul miliknya segera dikembalikan oleh pihak Polres sebab Cangkul tersebut adalah miliknya dan merupakan sarana mencari Nafkah.

Pada Hari Jumat 12 Maret 2021 Pukul 11.00 WIB Sdr Manullang meminta langsung cangkul miliknya tersebut didampingi oleh DPD LSM PENJARA Sumut agar segera dikembalikan tetapi pihak penyidik berkeras tidak mau mengembalikannya sehingga Sdr Manullang mengatakan bahwa saya akan mengadukan perkara ini kepada Bapak Kapolda Sumut yang baru, sebab pelayanan mereka sangat tidak menyenangkan.

Pada kesempatan ini Ketua DPD LSM PENJARA Sumut Adi Warman Lubis meminta kepada Bapak Kapolda yang baru (Irjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si ) agar kiranya menindak lanjuti kasus tersebut sesuai dengan Motto Bapak Kapolri : Aparat Penegak Hukum harus Bersih dan Profesional dalam menyelesaikan suatu kasus di Masyarakat dengan tidak pilih kasih.

Karena saya rasa kasus yang terjadi tersebut bukanlah kasus yang sangat Signifikan, Bukan kasus Pidana Berat ataupun Narkoba sehingga tidak perlu melakukan pemaksaan penggeledahan rumah untuk mencari Barang Bukti yan dibuat –buat terhadap kasus pengaduan kurang lebih 1 tahun yaitu pada tanggal 19 April 2020, apalagi antara Tersangka dan Korban adalah saudara kandung sehingga tidak berlarut – larut.

 

Kronologis Kejadian Versi Keprianto Tarigan Yang disampaikan Ke Redaksi melalui tertulis, Jumat (12/3)

I. KRONOLOGIS SAYA DI TETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA

  1. Bahwa pada tanggal 13 Mei 2020 saya Keprianto Tarigan diundang oleh Binamitra Polsek Binjai Timur Bapak Suroso untuk hadir di Polsek Binjai Timur pukul 22.00 WIB, Setelah saya sampai di kantor Polsek Binjai Timur Pukul 22.00 WIB saya lihat saudara Thamrin Tarigan sudah berada di Polsek tersebut sendirian, kemudian datang Bapak
    Agus Salim beserta anaknya (Kepling Dusun IV Kel Sumber Karya) dan setelah itu kami disuruh masuk ke kantor Polsek Binjai Timur oleh Bapak Suroso.

  2. Kemudian di adakan pertemuan yang dihadiri oleh :

  3. Saya Keprianto Tarigan
  4. Thamrin Tarigan (abang kandung saya)
  5. Agus Salim beserta anaknya (Kepling Dusun IV Kel Sumber Karya)
  6. Bapak Suroso (Binamitra Polsek Binjai Timur)
  7. Bapak Miril (Juper Polsek Binjai Timur)
  8. Bapak Kanit Reskrim Polsek Binjai Timur
  9. Bapak Kapolsek Binjai Timur

Dalam pertemuan tersebut pihak Polsek Binjai Timur mau mendamaikan masalah pengaduan Thamrin Tarigan yang mengatakan bahwa pintu Pagar samping rumahnya yang terbuat dari besi katanya di rusak oleh saya Keprianto Tarigan. Saya katakan tidak ada merusak pintu pagar tersebut dan saya katakan lagi saya tidak tahu pintu pagar mana yang dikatakan rusak.

Kemudian Thamrin Tarigan berbicara mengatakan “INI BANYAK CERITA, SARJANA HUKUM BODOH INI, NYAWANYA PUN BISA SAYA BELI”.

Kemudian saya mengatakan “saya tidak terima dikatakan seperti ini, saya akan melaporkan masalah ini ke Polisi, saudara Kepling harus siap jadi saksi.

Kemudian Bapak Miril mengatakan “kita ini sudah tua ucapan harus dijaga lalu Bapak Miril bertanya kepada Thamrin Tarigan

“Apakah mau didamaikan dalam masalah ini, Pak Thamrin Tarigan maunya apa ?,

Spontan Thamrin Tarigan menjawab “saya minta 5 jt, kalau tidak diberi perkara ini saya lanjutkan.

Kemudian Kapolsek mengatakan “jika terus berkeras mengadu kami tidak bisa terima pengaduan saudara.

Karena tidak ada perdamaian pertemuan itu bubar dengan di sepakati akan di adakan tinjau lapangan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya dari masalah tersebut yang di jadwal pada hari kamis tanggal 14 Mei 2020 pukul 11.00 WIB

  1. Pada hari Kamis tanggal 14 Mei 2020 sekitar pukul 11.00 WIB pihak Binamitra Polsek Binjai Timur Bapak Suroso, Bapak Kepling Agus Salim, satu orang anggota koramil, Berro tarigan (adik kandung kami), dan sekitar 10 orang warga masyarakat.

Pada saat tinjau lapangan tersebut tidak ada pintu besi tersebut milik Thamrin Tarigan yang rusak dan hanya ada pendok/penyot seperti bekas di lempar batu oleh anak-anak. Sebab di dalam pagar tersebut banyak anjing galak bahkan masyarakat yang menyaksikan acara tinjau lapangan tersebut menyatakan bahwa pintu tersebut sudah lama seperti itu.

II. PANGGILAN POLISI KEPADA KEPRIANTO TARIGAN

  1. Bahwa pada tanggal 30 Juli 2020 saya dipanggil pihak Polres Binjai untuk di dengar keterangannya sebagai saksi dalam perkara Tindak Pidana Pengerusakan / Pasal 406 KUHPidana sesuai dengan Surat Panggilan No : S.Pgl/511/VII/2020/Reskrim atas pengaduan Thamrin Tarigan.

  2. Kemudian saya ditetapkan sebagai tersangka sesuai dengan Surat Penetapan No : S.TAP/56/XI/2020/Reskrim tanggal 16 November 2020 menetapkan Keprianto Tarigan sebagai Tersangka.

  3. Saya di Panggil Pihak Polres Binjai sebagai tersangka sesuai dengan Surat Panggilan I No. S.Pgl/616/XI/2020/Reskrim tanggal 16 November 2020 untuk di dengar keterangannya sebagai Tersangka dalam perkara Tindak Pidana Pengerusakan / Pasal 406 KUHPidana.

  4. Kemudian saya di panggil pihak Polres Binjai sesuai dengan Surat Panggilan II No. S.Pgl/616.a/XI/2020/Reskrim tanggal 23 November 2020 untuk di dengar keterangannya sebagai Tersangka dalam perkara Tindak Pidana Pengerusakan / Pasal 406 KUHPidana.

III. KETERANGAN SAYA SEWAKTU DI PERIKSA DI POLRES BINJAI

  1. Sebagai Saksi

  2. Sebagai tersangka (BAP terlampir)

  3. Bahwa saya kenal Thamrin Tarigan (pelapor) sebab dia abang kandung saya.
  4. Bahwa saya tidak mengetahui kapan terjadinya pengerusakan pintu pagar milik Thamrin Tarigan, namun setelah saya diundang ke Polsek Binjai Timur Thamrin Tarigan mengatakan Pintu Pagarnya dirusak (…poin 8 dalam BAP Polisi).

  5. Saya ditanya mengapa saya diundang oleh Babinkantipmas Polsek Binjai Timur untuk menyelesaikan masalah pintu pagar, saya jawab “saya tidak tahu namun karena saya diundang maka saya datang ke Polsek Binjai Timur” (…poin 9 BAP Polisi).

  6. Sesuai keterangan Korban dan saksi-saksi yang telah dimintai keterangan dalam perkara ini pada hari 19 april 2020 sekitar pukul 10.30 WIB, apakah ada saudara bertengkar pada saudara Korban, saya jawab pada minggu 19 april 2020 sekitar pukul 10.30 WIB saya tidak ada bertengkar dengan Thamrin Tarigan Namun seingat saya diawal bulan mei 2020 pukul 17.00 WIB saya sedang melintas di Gang Tarigan dari mengambil kangkung bersama teman saya Lisda Abriani siregar dan suaminya Darmawan Rajagukguk berjalan dengan jarak sekitar 5 meter dibelakang saya pada saat itu tiba tiba saudara Thamrin Tarigan berteriak dari balik tembok sekiter 2 meter,

“WOI SARJANA HUKUM TAI SARJANA HUKUM BODOH KAU NYAWAMU PUN BISA AKU AMBIL”, saya jawab mau apa kau Thamrin jangan beraninya dibalik tembok setelah itu saya berlalu saja (….poin 14 BAP Polisi).

  1. Polisi bertanya minggu 19 april 2020 pukul 10.30 WIB saudara tidak ada melakukan perusakan pintu pagar dengan cangkul, yang ditanya saudara dimana, saya jawab saya sudah tidak ingat lagi karna sudah cukup sering bertengkar dengan abang kandung saya Thamrin Tarigan. (….poin 15 BAP Polisi).

  2. Polisi bertanya diperlihatkan kepada saudara barang bukti 1 pintu pagar besi yang penyot (MELALUI HP) apakah saudara ada merusaknya saya jawab tidak ada (…Poin 18 BAP Polisi).

  3. Polisi bertanya apakah saudara memiliki saksi yang menguntungkan saudara, saya jawab saya memiliki saksi yaitu:

  4. Lisda abriani
  5. Berro Tarigan
  6. Marulian Manullang

  7. Polisi bertanya apakah keterangan ini sudah benar, saya jawab sudah benar dan saya tambahkan saya pernah melihat pintu pagar milik Thamrin Tarigan sudah pendok sebelumnya karena dilempari oleh anak anak menggunakan batu karena ada anjing galak.

  8. Demikian BAP di Polisi pada hari kamsi tanggal 25 November 2020 pukul 11.20 WIB diketahui oleh Pengacara / Penasihat Hukum Lubuk Alomoan SH.

IV. SAKSI YANG SUDAH DIPERIKSA

Lisda Abriani Siregar
1. Yang mengatakan bahwa pada awal bulan mei 2020 pukul 17.00 WIB saya dan suami saya sedang berjalan di Gang tarigan dengan Pak Tarigan membawa kangkung, berjalan 5 meter depan saya tiba tiba saudara Thamrin Tarigan mengatakan dari balik temboksekitar 2 meter, “WOI SARJANA HUKUM BODOH KAU NYAWAMU PUN BISA
AKU AMBIL”, tapi pak Tarigan tidak menanggapinya dan memberi isyarat agar kami diam saja dan kami berlalu.

  1. Bahwa Thamrin Tarigan mengatakan pada saat pertemuan di Polsek Binjai timur pada hari rabu 13 Mei 2020 Pukul 22.00 WIB, Thamrin Tarigan mengatakan lagi ini sarjana Hukum Bodoh nyawanya pun bisa saya beli.
  2. Bahwa pada saat itu Pak Tarigan tidak ada melakukan pengerusakan pintu dana saya tahu itu tidak ada rusak hanya Penyot karena anak-anak dilempari dengan batu.

Berro Tarigan
1. Menyatakan bahwa saya adik kandung Thamrin Tarigan dan Keprianto Tarigan, bahwa saya tahu pintu besi tersebut tidak ada rusak hanya Pendok akibat dilempar batu oleh anak-anak dan saya tahu bahwa pintu besi tersebut telah pendok sebab saya sering berada di tempat tersebut.

Parulian Manullang
1. Bahwa saya sering bekerja di dekat tempat kejadian tersebut dan pada bulan Januari 2020 saya juga ada bekerja ditempat tersebut, saya hanya menyaksikan bahwa saya tahu pintu besi tersebut ada penyot 7 buah seperti bekas dilempar batu oleh anak-anak, saya siap menyaksikan bahwa pintu besi tersebut tidak rusak dan sudah penyot sebelumnya

V. SAKSI LAIN
1. Saudara Darmawan Rajagukguk suami dari Lisda Abriani Br Siregar, yang juga siap dipanggil saksi

VI. Surat Panggilan
1. Saya di Panggil Pihak Polres Binjai sebagai tersangka sesuai dengan Surat Panggilan No. S.Pgl/17/I/2021/Reskrim tanggal 13 Januari 2021 untuk di dengar keterangan lanjutan sebagai Tersangka dalam perkara Tindak Pidana Pengerusakan / Pasal 406 KUHPidana.
2. Karena berkas P19, pemeriksaan lanjutan sebgai tersangka tanggal 1 Pebruari 2021 pukul 11.15 WIB. (BAP terlampir)

(sumber: Kepri Tarigan)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: