LP Murti Susanto Kemana?, IS di Minta Terbuka,, Jangan Terkesan Rekayasa

Tangerang, Banten (mediakomentar.com) –  Irvan Susanto (IS) di minta terbuka dalam proses hukum sudah sampai sejauh mana ?? ,dimana selama ini kami dirugikan dan sebatas janji manis ,awalnya dibangun dengan kepercayaan ,jelas kami merasa dirugikan uang investasi awalnya untuk penalangan gaji karyawan sampai berakirnya kerjasama PT AKM dan SBB tidak ada Pengembalian.

Salah satunya S dan N sudah beberapa kali berkomunikasi dengan  IS untuk terbuka dan transparan sejauh mana proses mediasi tersebut dan jika ingkar tolong IS tindak lanjuti proses hukum yg sdh di LP sebelumnya di Polres Metro Tangerang Kota.

Karena sampai hari ini hanya diberi janji dan janji sampai peralihan Kontrak kerjasama dari PT AKM ke PT Perkasa Abdi Bhuana uang pun tidak dikembalikan,Jumat (8/1/21).

Lanjutnya, menurut IS Mediasi yang dilakukan oleh IS dan MS bulan maret 2020 sampai sekarang tidak ada realisasi untuk mengembalikan dana kami.

IS disampaikan oleh MS saat mediasi dilakukan di kedai ES Teler 77 didekat Mabes Polri  bulan maret 2020,disaksikan pak lukman,sugeng, Alex nourman dan kuasa hukum MS dan Penasihat PT AKM.

Yang disampaikan MS ke IS jika uang yang sudah ditransfer ke Rek Ibu Suprobowati sebesar 2M selaku istri Murti Susanto itu tidak ada kaitanya dengan Tambahan modal Penalangan Gaji Karyawan di PT SBB ,jadi uang tersebut menurut IS informasi dr Murti susanto adalah uang untuk biaya masuk kerja ( Pelicin ke PT SBB,dan uang sdh habis dibagi ke rekan-rekan Murti susanto di SBB Menurut Pengakuan Murti Susanto dan mana mungkin harus dipinta kembali ke tim Murti Susanto di dalam PT SBB dengan Muka Berkaca-kaca ) dan IS harus membayar sejumlah 1.400 orang yang sdh PKWT.

IS menjawab ke Murti Susanto saat PT SBB membutuhkan SDM dan Menginformasi ke PT AKM dr awal kerjasama total yg diMinta SDM dari Murti Susanto ke IS Disaat ada kebutuhan karyawan total diinfo ke IS hanya 600org dan karena tidak ada titik temu Pak Alex Menyampaikan Barter Recruitmen saja krn kontrak PT Perkasa Abdi Bhuana ( PGN Group ) Masih ada 1 th semua kebutuhan SDM sekitar 1500an ,diserahkan ke IS agar bisa menyelesaikan kerugiannya dan MS hanya mampu bayar 100jt dan Barter Recruitmen

Dan selanjutnya akan mediasi ulang untuk dibuatkan surat perjanjian perdamaian dikantor kuasa hukum di Menara Bidakara Jakarta sambungnya dan IS hrs datang sendiri dan atau dng Pak Yusup / Suproni selaku ke percayaan Pak Alex Nourman diundangnya pak yusup agar berjalan dengan kondusif diwilayah

Dan saat Mediasi perdamaian dikantor Hukum Fuji Wijayanto di Menara Bidakara jakarta dan untuk buat surat perdamaian IS dan Pak Suproni/Yusup hadir,dan hadir pula Pak Alex Nourman sebagai saksi setelah dibuat perjanjian Murti Susanto mampu mengembalikan 100jt dan menurut IS sambungnya ,Murti Susanto hanya ada uang 20jt bukan 100jt secara tunai dan sisa dibayar bulan depan

dan setelah dibuat perjanjian perdamaian ditanda tangani oleh Murti Susanto Yusup suproni,Alex Nourman dan IS Dan Perjanjian barter recruitmen  tidak secara Tertulis hanya secara lisan Saja dengan sama sama Kepercayaan dan Pak Alex Nourman menyebut nominal 2jt / orang dan saat itu Mengatakan akan ada kebutuhan minggu depan butuh 500 orang  dan Menjamin masuk serta segera siapkan SDM diPT SBB,untuk Menutupi Kekurangannya Menunggu informasi jika ada kebutuhan SDM

Untuk wilayah Pak Yusup sudah kordinasi untuk menjamin kondusif dan segera tanda tangani surat perdamaian,tp sampai saat ini kami meminta dana investasi kami belum dikembalikan

Dan Kami meminta dibuktikan ke Rugian dimana,seperti yg disampaikan oleh Murti Susanto dengan alasan  meminjam dari Investor lain dan harus membayar bunga besar

Logika bisnis sudah tau dari awal rugi kenapa diperjuangkan melanjutkan kerjasama PT AKM dan PT SBB kenapa mau mencarikan modal untuk PT AKM dan kenapa dari awal saja tidak batalkan.

Secara bisnis perusahaan Outsourcing Manapun jika menggunakan Talangan gaji Karyawan dengan Pembayaran Invoice Mundur Dua Minggu dan Perhitungan Fee Managemen hanya dari Gaji Pokok Saja dan bukan dr total tagihan dan Fee Managementnya 3,5% dan harus Mengeluarkan Jasa Sukses Fee 60% ke Murti Susanto pembulatan dr 100% ( Fee Management setiap bulannya 3,5%  ) diluar

Perjanjian Kerjasama PT AKM Dan PT SBB dan Kami baca Perjanjian tersebut,Menurut kami sudah jelas tidak masuk akal dan Membandingkan dengan Perjanjian jika Ibu Suprobowati Memberikan Modal dan Rekening Koran PT AKM ,itu hanya tipu muslihat dengan Memanfaatkan Jabatan dan Kewenangan disaat MS Menjabat sebagai Manager GA PT SBB,karena Seluruh Transaksi Payroll dikendalikan oleh Murti Susanto dan kami harap IS Berani Tunjukan Bukti Dokumen Media Masa

Bahkan kami mengetahui dr IS jika IS merasa dirugikan secara Hukum yg akan timbul kemudian hari karena IS sebagai Dirut PT AKM  dan ada Penggelapan dana BPJS yang tidak sesuai dengan jumlah karyawan yang sudah PKWT hnya 10% dilaporkan dan dibayarkan ke BPJS artinya ada 1000an orang  mantan karyawan dirugikan dan IS pernah menyampaikan ke MS bahwa PT AKM dikirim surat Peringatan sempat diberikan peringatan dari Pengadilan karena tidak ada pelaporan pembayaran BPJS dan akan disidang di Pengadilan jika tidak segera Membayarkan kewajiban iuran BPJS dan setelah  Murti Susanto mengetahui informasi tersebut langsung membayar Iuran BPJS  hanya 2 bulan.

Dikatakan Sumber Mantan karyawan bekerja di PT SBB dan datang ke kantor PT AKM tutup ,krn banyak karyawan habis kontrak dan meminta packlaring tidak diberikan sambungnya,alasan semua dokumen dikuasai dan pegang oleh Murti Susanto jadi silahkan temui bersangkutan di jawab Staff PT AKM

Jadi kami Meminta Usut tuntas masalah ini jika perlu sidak oleh Disnaker,Bpjs dan PPATK usut tuntas dengan cara Audit
Dan termasuk oknum bank BNI Cab Pasar Baru yaitu ibu Tuti sebagai kacab tahun 2019 dan segera lakukan Penahanan sesuai Laporan di polres Metro Tangerang kota.(Ns)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: