Lebaran Telah Usai, Buruh PT. DAL Belum Terima “THR” 

Medan (MK) Lagi, permasalahan buruh kembali mewarnai dinamika hari Buruh (May Day) Internasional baru-baru ini, masih segar diingatan para buruh di hari kebanggaannya dengan perayaan hari buruh sedunia, justru buruh yang di pekerjakan di PT. Growth Sumatera Industry (GSI) JL. Yos .Sudarso KM 10 Simp. KIM melalui biro jasa PT. Dwi Agung Lestari (DAL) JL. Marelan PSR IV Timur masih saja tercederai hak-hak nya dalam memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR) yang hingga hari ini, Sabtu (15/6/2019) belum juga teralisasi.

Ketua kepala kordinator lapangan Buruh borongan tak mau menyebutkan namanya yang beralamat di JL. Martubung saat dikonfirmasi Jum’at 14 juni sekitar pukul 10:00 wib mengatakan

“Saya sangat kecewa kepada PT. DAL ,disaat menyambut hari raya idul fitri tahun ini kenapa tunjangan hari raya (THR ) yang biasa kami terima dari tempat kami bekerja kini tidak bisa kami terima lagi ada apa ?……?..?

Seorang Buruh berinisial A yang mewakili rekan buruh lainnya menambahkan

“Kami para Buruh menuntut hak kami sebagai Pekerja /Buruh perusahaan yang biasa kami terima tiap tahunnya dari perusahaan yaitu THR paparnya kepada awak mediakomentar.com saat di konfirmasi langsung di jalan titipapan tepatnya di warkop pinggir jalan.

Hal ini terungkap ketika Buruh mengadukan nasibnya ke Serikat Buruh Sosial Demokrat (SBSD) kamis lalu 30 May 2019 kurang dari 5 (lima) hari Lebaran Idul Fitri 1440 H.

Sontak saja SBSD geram mendapat laporan ini karna sudah diatur dalam UU ketenaga kerjaan ditambah lagi Himbauan Gubernur Sumatera Utara,  Eddy Rahmayadi yang pernah menegaskan jangan sampai ada satu orang buruh pun yang hak- hak nya tidak terpenuhi oleh pengusaha.

Sedikitnya belasan buruh borongan yang bekerja dalam pemasangan kabel listrik PT. PLTU Biomassa di Jl. Yos Sudarso Medan, nasibnya terkatung-katung, terkhusus hak para buruh dalam memperoleh THR yang telah diatur dalam ketentuan Permen Ketenaga kerjaan No.6 Tahun 2016 tentang THR  keagamaan bagi Pekerja / Buruh Perusahaan tenaga kerja yang harus di selesaikan 7 hari sebelum Lebaran.

Ketua SBSD Rosen Jaya Sinaga melalui Sekjen SBSD Elvirahmi Tanjung melakukan Aksi dan Reaksi pengumpulan data dan berbagai Informasi tentang pelanggaran yang dianggap berat ini.

Elvi menyayangkan masih adanya pengusaha yang tega melakukan perbuatan pelanggaran hak buruh dalam hal memperoleh THR bahkan disaat belum lama hari peringatan buruh sedunia diperingati.

Dalam aksi protesnya ke PT DAL, Jl. Marelan Raya PSR IV Timur, Elvi bersama belasan buruh borongan komfirmasi ke PT DAL prihal THR yang belum dicairkan itu.

Saat dikomfirmasi Kamis 13 juni 2019 sekitar pukul 11:00 wib di JL.Medan Marelan PSR IV Timur Iwan HRD mengatakan

“Kita akan berjuang semaksimal mungkin untuk merealisasikan apa yang menjadi tuntutan Buruh Perusahaan ini. Kita juga berharap antara PT DAL sebagai Biro Jasa penyedia tenaga kerja dan PT GSI di JL. Yos.Sudarso KM 10 Simp.KIM dapat memenuhi kewajibannya untuk membayarkan THR Buruh Perusahaan ini” ujar Iwan dihadapan Burub, SBSD serta Media.

Wanita yang akrab disapa Evi Tanjung ini mengungkapkan aksiprotes buruh sudah disampaikan secara langsung dan melalui surat tuntutan permohonan THR  dalam surat No.031 tertanggal 1 Juli 2019 Kepada Perusahaan biro jasa PT. DAL di JL. Marelan PRS IV Timur yang kemudian aksi konfirmasi dilanjutkan pada Kamis (13/6/2019) guna kembali mengetahui kelanjutan dan jawaban atas isi surat tuntutan THR buruh tersebut.

SBSD mendatangi kembali Kantor Biro Jasa PT DAL di JL.Marelan PSR IV Timur yang diterima HRD Iwan dan beberapa staf Fungsional PT DAL.

Dalam keterangannya, Iwan mengatakan surat SBSD masih dalam proses untuk dilanjutkan ke PT.GSI. JL. Yos.Sudarso KM10 Sipm. KIM .

“Kami semaksimalmungkin akan berusaha keras dan sesegera mungkin untuk merealisasikan tuntutan buruh perusahaan” ucap Iwan di ruangannya.

ElviRahmi Tanjung berharap PT. DAL komit terhadap janjinya karna ini menyangkut persoalan “sejengkal perut” para Buruh Perusahaan beserta Keluarganya yang tidak tertutup kemungkinan para Buruh ini “berhutang” kepada oranglain untuk menutupi kebutuhan menyambut Hari RayaIdul Fitri” ujarnya Elvi.

Sedangkan PT. Growth Sumatera Industry (GSI) yang berada di Jl. Kol. Yos Sudarso Km 10 Medan dimana tempat buruh bekerja sewaktu di konfirmasi melalui securitynya mengatakan bahwa pesan dari HRG PT. GSI Pak Kristian mengatakan tidak mau menjumpai awak media dan tidak ada komentar apapun, karena para buruh yang belum mendapatkan THR tersebut tidak tercatat sebagai buruh di PT. GSI. Melainkan tercatat di PT. DAL (senin, 17/6)

(Novrizal)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: