Kisruh Rastra di Desa Lasara Sawo Nisut Terus Berlanjut

Nias Utara (mediakomentar.com) Kisruh terkait rastra bagi masyarakat penerima, didesa lasara sawo kecamatan sawo kabupaten Nias Utara provinsi sumut.

Baik pendistribusian rastra semenjak tahun 2017, 2018 dan 2019 tidak sesuai tahapan juknis dinas sosial, begitu musyawarah didesa bahkan pendistribusian berasnya kepada penerima sebagaian terindikasi digelapkan Kades.

Beberapa minggu ini terus menjadi perbincangan publik, adanya gerakan massa desa lasara sawo, audensi dikantor bupati nias utara, aksi demo dikantor bupati, juga demo dipolres nias, atas laporan masyarakat penggelapan hak atas rastra.

Beberapa pihak terkait baik inspektorat, PMD dan Asisten 1 bidang sosial telah melalukan upaya penelusuran, hingga menyarankan kades mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Namun hingga kini Kepala Desa tidak mengidahkan hal tersebut bahkan tidak punya etikad baik bagi penerima rastra.

Seusai demo diPolres nias, melalui Kasat Reskrim Martua Manik mewakili Kapolres Nias bahwa “kasus atas laporan masyarakat desa lasara sawo segera diproses dan sedang tahap penyelidikan selanjutnya akan ada pengambilan keterangan bagi pelapor atau korban” Tutur Kasat .

Ditempat lain sejumlah tokoh dikabupaten nias utara memberi tanggapan Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia GAMKI Kab.Nias Utara Bedali Lase SPdK Mengharapkan Kepada Seluruh Kepala Desa Agar Penyaluran Beras Rastra di Sampaikan Menurut Nama Yang Layak Menerima Sesuai Dengan Data Dari Kementerian Sosial, Jangan ada Sebuah Kebijakan .

Pemerintah Daerah Tegas Bila ada Kades Yang Semena-mena Mengalihkan Hak Orang Miskin Kepada Orang Lain di Beri Sanksi Berat dan Menjadi Pembelajaran Bagi Kades dan Perangkat Desa Lainnya.

Bedali Lase SPdK DPRD Kabupaten Nias Utara Komisi A Mendesak Inspektorat Bertindak cepat bila ada Laporan dari Masyarakat. Jangan di Perlambat-lambat Masalah, tidak ada Anak Tiri maupun Anak Kandung. Limpahkan Kepada Pihak Yang Berwajib Bila Terbukti. Agar Tidak Terkesan Buruk Kinerja Pemerintah Daerah.

Wakil Ketua BPD desa lasara sawo “turut mengapresiasi tindakan polres nias dan semoga ada sanksi secara admistrasi kepada kades lasara sawo bila beberapa item masalah yang diadukan terbukti melawan aturan, bahkan diharapkan bupati dapat memberi sanksi tegas termasuk pemberhentian kades dari jabatannya” ujar sozatulo zendrato.

Dilain tempat, Fakha tel tokoh pemuda, meminta agar proses demi proses terus dipercayakan kepada pihak berwenang, masyarakat harus sabar dan pastinya pemerintah cukup adil pada permasalahan tersebut.

Mengenai proses laporan dikepolisian, maka kita serahkan kepada penyidiknya. Dan bila terbukti tentu hal demikian akan ada tindakan tegas dari pemerintah. Sebaliknya hal ini tidak ada proses, tentu masyarakat akan terus bersama mendesak pemangku kepentingan.

Hari ini, senin 12 agustus sudah ada sebagian saksi diambil keterangan, dan berlanjut besok selasa. Kita ucapkan terimakasih upaya polres nias mempercepat proses demi proses”ucapnya. (ed. Mendrofa/Amuri Telaumbanua)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: