Kisruh P3TM Pasar Marelan Medan, Rahasia Keuangan Akan Di Ungkap

Medan (mediakomentar.com) – Adanya surat edaran Pemberitahuan oleh Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Medan (P3TM ) untuk kepengurusan Pasar Marelan yang ditempelkan di tiang-tiang tembok Pasar Marelan Medan yang menerangkan bahwa P3TM yang diketua Oleh Ali S (Ali Geno) tidak akan bertanggung jawab apabila ada kutipan dari Sdr. M.Ali Arifin dan Roni Mahera, tertanggal 28 Januari 2020 yang ditanda tangani oleh Zulkifli Sebagai sekretaris dan Ali S (Ali Geno) sebagai Ketua P3TM Pasar Marelan akhirnya berujung panjang.

 

Dimana diketahui dalam kepengurusan sebelumnya bahwa M. Ali Arifin merupakan Sekretaris dan Rony Mahera adalah Bendahara P3TM Pasar Marelan dengan ketuanya tetap Ali S (Ali Geno).

 

Pada hari ini, Selasa (12/05) redaksi menelusuri perihal kekisruhan dan perpecahan kepengurusan P3TM langsung ke Pasar Marelan Medan. Informasi yang didapat bahwa simpang  siur tentang kepemilikan tempat berjualan pedagang dengan tempat berjualan timpang tindih nama kepemlikan disatu lapak bahkan sampai ada pelunasan pembayaran lapak berjualan tetapi tidak memiliki tempat berjualan dan status ke legalitasan sebagai pedagang Pasar Marelan serta pengelolaan jaga malam.

 

Terkait dengan pengelolaan jaga malam pedagang yang mengaku bernama iwan mengatakan ” Kami selaku pedagang disini juga heran dengan ketidak terbukaan PD. Pasar Kota Medan. Sejak Awal bulan ini (Mei) Pengelolaan jaga malam yang sebelumnya dikelola langsung PD. Pasar Kota Medan sudah pindah alih pengelolan ke Pihak ke tiga. Tetapi kami tidak tau pasti siapa sebenarnya yang bertanggung jawab mengelola jaga malam saat ini. Sebab kami para pedagang tidak diberitahukan secara tertulis sebagai bukti pasti yang di hunjuk PD. Pasar sebagai penanggung jawab Jaga Malam” ungkapnya dengan sedikit heran

 

Selanjutnya bang iwan ini mengatakan ” Wajarlah kalau kami harus tau, sebab yang menjaga barang kami diwaktu malam adalah petugs yang dihunjuk dan dapat persetujuan oleh PD. Pasar Kota Medan. Siapa petugasnya? Pelayanan apa yang mereka (Pengelola jaga malam) berikan kepada kami yang membayar uang jaga malam. Dan jika terjadi sesuatu yang merugikan kami seperti barang dagangan yang hilang sewaktu masa penjagaan jaga malam, kami tau siapa yang akan kami tuntut untuk bertanggung jawab” tegas bang iwan kepada redaksi.

 

Isyu yang terus berkembang dikalangan pedagang mencuat dua nama (M. Ali Arifin dan Roni Mahera) sebagai pelaku penggelap uang pedagang yang dikutip dan tidak disetorkan kepada Ali S (Ali Geno) sekitar Rp 4 M.

 

Untuk memastikan hal ini, redaksi mediakomentar.com mengkonfirmasi langsung kepada M. Ali Arifin. Dan disaat dikonfirmasi beliau mengakui bahwa isyu yang berkembang itu yang membuat nama baiknya tercoreng memang benar. Bahkan beliau mengatakan kalau isyu itu, di dapat informasi dari pedagang yang menyebarkan adalah si Ali S (Ali Geno).

 

“Memang saat ini saya dituduh yang menggelapkan uang setoran pedagang untuk pelunasan biaya pembangunan tempat berjualan serta segala biaya administrasi yang harus disetorkan ke PD. Pasar Kota Medan dari Pasar Marelan ini. Pada saat itu saya selaku Sekretaris P3TM dapat perintah dari Ali S (Ali Geno) untuk mengutipnya. Tetapi uang itu sudah saya serahkan kepadanya. Dan saya punya buktinya” terangnya sambil menunjukkan foto copy berkas yang menerangkan akan jumlah uang serta nama-nama oknum yang pernah mengambil uang dari P3TM maupun pedagang.

 

Tambahnya ” kami besok (Rabu, 13/05/20) ada pertemuan yang sudah dijadwalkan dengan Direksi PD. Pasar Kota Medan di Petisah (Sekretariatan PD. Pasar Kota Medan). Saya akan ungkap segalanya nanti disana apa yang sebenarnya telah terjadi. Saya punya keluarga, jika nama baik saya tercemar berarti nama baik keluarga saya juga tercemar. Ini tidak boleh terjadi, mungkin jika perlu demi memulihkan nama baik saya, saya akan mengambil jalur hukum” tambahnya lagi sambil menutup pembicaraan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *