Ketum MAPAN : Diduga Ini Modus 86 Gaya Baru Untuk Melepaskan Tersangka Narkoba

Bekasi, Jabar (mediakomentar.com) – Menurut hukum yang berlaku di Indonesia, pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Hal ini diperjelas dalam Pasal 3 ayat (1) Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 11 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penanganan Tersangka dan/atau Terdakwa Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke Dalam Lembaga Rehabilitasi (Peraturan BNN 11/2014).

Dalam aturan tersebut, mengatur bahwa pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika yang tanpa hak dan melawan hukum sebagai tersangka dan atau terdakwa dalam penyalahgunaan narkotika yang sedang menjalani proses penyidikan, penuntutan, dan persidangan di pengadilan diberikan pengobatan, perawatan dan pemulihan dalam lembaga rehabilitasi.

Namun dalam aturan tersebut, banyak pihak-pihak yang memanfaatkan semua itu dengan berbagai cara Pihak Rehab untuk mendapatkan imbalan atau yang lebih dikenal dengan 86.

Seperti yang terjadi dengan salah seorang yang berinisial (S),tersandung kasus penyalahgunaan narkoba jenis Sabu,(S) ditangkap Satnarkoba dan dikirim ke Rehabilitasi Ultra Addiction Center yang beralamatkan di Jalan Pertanian Raya,No.59 B, RT 04/04, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Lebak Bulus, Jakarta Selatan kemudian di lepas.

Dari situ Ketua umum MAPAN Indonesia RD75 melakukan investigasi dan mendapatkan informasi bahwa memang Sdr (S) dilepas dengan membayar uang sebesar Rp7 Juta Rupiah, Kemudian RD75 berkoordinasi langsung dengan pegawai rehab ultra Sdr (N) dan selain (S) adalagi (Y) dan itupun sama dilepas dengan membayar sejumlah uang.

Dengan hal tersebut, Dikatakan RD75 ” seharusnya sesuai prosedur dan mekanismenya seseorang yang akan di rehab terlebih dahulu harus ada persetujuan dan diketahui oleh pihak keluarga/orang tua, tapi ini tidak langsung dibawa ke rehab tanpa diketahui pihak keluarga dan sesuai aturannya,rehab itu minimal 3 bulan dan biaya perbulan 10 juta, tapi ini bisa bawa 10 juta langsung pulang, sungguh miris.”ujarnya. Minggu (28/2/2021).

RD 75 Selaku Ketua umum masyarakat peduli Anti Narkoba (MAPAN) Indonesia sangat menyesalkan apa yang sudah dilakukan oleh pihak rehabilitasi Ultra, karena dinilai sudah melanggar aturan yang berlaku dengan dugaan adanya 86 Gaya baru.

“Saya selaku ketua Umum MAPAN Indonesia meminta Kapolres Kota Bekasi untuk segera Mengkroscek  Hasil tangkapan Satnarkoba, berapa jumlah orang yang sudah dikirimkan ke Rehabilitasi Ultra dan apakah Pak Kapolres tau dengan dugaan adanya 86 Gaya baru ini.”ujarnya.

” Sekali lagi, Pak Kapolres tolong kroscek, jangan sampai rehabilitasi ini dijadikan ajang bisnis oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan segera lakukan langkah-langkah kongkrit kepada pihak rehabilitasi yang sudah melakukan hal tersebut.”tegas RD75. (Sumber: MAPAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *