Ke Depan, Di Perkirakan Kota Medan Semrawut PK-5

Oleh: Muhammad Arifin (Pimpinan Redaksi)

Rabu : 16 Oktober 2019

Medan (mediakomentar.com) Gencarnya Pemko Medan menerapkan Perwal Kota Medan no. 9 Tahun 2009, ternyata berbanding terbalik dengan kesadaran masyarakat Kota Medan.

Hampir sepanjang jalan Kota Medan, trotoarnya, darinase bahkan bahu dan badan jalan diisi oleh bangunan liar maupun Pedagang Kaki Lima (PK-5).

Informasi yang berhasil dihimpun bahwa banyak masyarakat yang tidak tau paraturan tentang larangan tersebut (Perwal Kota Medan no. 9 Tahun 2009). Tetapi pada umumnya mengakui bahwa tindakan mereka memang salah, apalagi sampai di bahu jalan ataupun badan jalan mendirikan bangunan sementara apalagi permanen.

Tetapi dikarenakan penegakkan peraturan yang dianggap tidak diiringi dengan sosialisasi secara menyeluruh tentang peraturan, membuat masayarakat banyak yang mengabaikannya. Bahkan hampir menjadi budaya bagi Masyarakat Kota Medan bahwa memanfaatkan trotoar maupun badan jalan untuk usaha merupakan hal yang hebat. Sebab tidak semua orang bisa melakukannya.

Harus dikaji ulang Kinerja Dinas Perhubungan yang mengelola perpakiran di Jalan Raya. Bagi oknum yang mendapatkan izin menjadi Mitra Dinas Pehubungan untuk mengelola Parkir di Jalan Raya harus menjadi perhatian.  Bila perlu diputuskan kemitraannya.

Begitu juga dengan kinerja Kepala Lingkungan dan Lurah setempat. Kalau tidak ingin Kota Medan menjadi Kota Semrawut Pedagang Kaki Lima (PK-5) di Jalan Raya. Bila perlu jika ada oknum maupun organisasi yang membekingi perbuatan yang terlarang itu, harus dikenakan sanksi pidana. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *