Kades Lasara Sawõ Resmi DiLaporkan Warga ke Polres Nias

Nias Utara (mediakomentar.com) warga miskin penerima rastra , didesa lasara sawo, kecamatan sawo, kabupaten utara, merasa dirugikan oleh kepala desa agustinus telaumbanua sesuai data dari pusat kementrian sosial melalui dinas sosial setiap kabupaten, masyarakat yang memerlukan haknya digelapkan, resmi melaporkan kades dikepolisian resor Nias pada 15 juli 2019

Kami warga penerima rastra yang sudah diakomodir sesuai data merasa dizolimi, kades seakan tidak menghargai instruksi bupati saat difasilitasi duduk bersama dikantor bupati . Padahal bupati M.ingati Nazara menyarankan kades agar segera menyalurkan beras tersebut sesuai data yang ada, dengan segera setelah usai pertemuan dikantor ,kembali didesa langsung dibagi kades kepada mereka yang ada nama,itu pada selasa 8 juli-9juli ,Lebih seminggu lamanya kami menunggu kades berbaik hati. Tetapi malah menantang kami warga miskin untuk melapor kepada siapapun. Sungguh kades tidak beretika . Terlihat jelas karena salah seorang pejabat dari DpRD aktif menjadi andalan nya. Tutur atalisi salah satu korban dugaan penggelapan beras miskin.

Beras rastra semestinya kami dapatkan . Namun kadesnya dan kroninya telah menyalurkan pada 5 juli , bahkan tidak tau jatah kami 6 karung setiap KPM dikemanakan kades. Hingga kini sangat menyesali sikap kades . Apalagi istruksi bupati pun tidak diidahkan .
Luar biasa . Tutur atalisi dengan nada Kesal,

Laporan kami telah diterima dipolres nias . Dan berharap semoga proses indikasi penggelapan ini dapat diungkap dan dijerat hukum terlapor sesuai pelanggarannya. Kami percaya polres nias akan jelih menindaklanjuti laporan kami sebagai warga miskin . Apalagi ini menyangkut hak orang miskin dan masalah perut orang miskin .
Menegakkan hukum bagi tikus dan mafia bansos tanpa toleransi ,demi hak-hak orang miskin dan keadilan bagi orang miskin . Harap atalisi.

Wakil ketua BPD sozatulo zendrato juga menyampaikan ketegasan ,bahwa kasus ini sudah pelanggaran hukum ,kades perlu ditindak ,bupati saja dilawannya dengan tidak mengidahkan apa yang telah menjadi keputusan bersama saat warga miskin tersebut audensi dikantor bupati bersama kades ,.
Polres nias juga perlu menerapkan supremasi hukum. Selaku, wakil ketua, BPD, tahu persis langkah -langkah pada pembagian raskin, tidak ada yang sama sekali, musyawarah antara kami bpd, tokoh dan masyarakat, bahkan semena mena diterbitkan dan sebagian tidak menyalurkan.

Saya dapat menduga dari data yang disampaikan kementrian melalui dinsos nias utara .ada banyak data ganda dan belum disalurkan kepada penerima ,
ada juga penerima sah tidak disalurkan . Dari jumlah 268 KPM penerima . Ada banyak yang tidak tersalurkan . Terlihat jelas dibulan januari -juni tahun 2019. Sebanyak 23 KPM penerima rastra .belum lagi ganda nama dan yang pindah sekitar 27 orang. Bila dihitung jelas dari masa kepemimpinan nya 30 bulan x 10 kg x 50 penerima= 15.000 KG . Dan kita hitung nilai jual/beli beras/kg sesuai harga pasar rp.10.000 maka jumlah senilai rp.150.000.000 .

Sungguh satu tindakan korupsi tersistem . Perlu polres nias menyelidiki proses pertanggungjawaban nya dan patut diduga ada rekayasa pertangungjawaban dengan pihak keluarganya sebagai penerima ,padahal nama mereka tidak ada . Polres nias pasti dapat menelusuri nya. Menegakan keadilan hukum bagi mafia raskin ini. Demi pembelajaran bagi kades lasara sawo dan kepada kades lainnya untuk tidak semena mena menggelapkan hak-hak orang miskin. Ujar sozatulo zendrato.

Dikonfirmasi kepada dinas sosial S.hulu menegaskan . Siapa pun tidak dapat mengambil hak atas nama penerima rastra. Tidak boleh diwakilkan tanpa sepengetahuan yang bersangkutan . Dilarang menyalurkan kepada pihak lain .apalagi tidak menyalurkan .itu sudah pelanggaran juknis dan pelanggaran hukum. Semua data nama penerima secara nasional terdaftar dan kita juga tembuskan dipihak polres nias . Pungli apalagi, sangat dilarang . Tutur kadis melalui selulernya .

Hingga turun berita ini bupati nias utara belum bisa ditemui untuk meminta tanggapan berlajut terkait (Ed. Mendrofa/Amuri Telaumbanua)

One thought on “Kades Lasara Sawõ Resmi DiLaporkan Warga ke Polres Nias

  1. Kalau bisa ini juga ditelusuri di beberapa desa lain di Nias Utara.

    Lanjoetkan!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *