Kades Arogan, Ambisius, Egois, Masuk Bui Karena Melakukan Penganiayaan Terhadap Wartawan

Nias Gunungsitoli (Mediakomentar.com) 02 Juli 2019 Kades Hiligodu bersama 7 orang rekan lainnya melakukan penganiayaan terhadap oknum wartawan an. Soni Lahagu ketika hendak melakukan peliputan di Desa Hiligodu, Kecamatan Botomuzoi, Kabupaten Nias Sumatera Utara.

Akibat kejadian tersebut, soni membuat laporan di mapolres Nias pada tanggal 11 April 2019, dengan Nomor STPLP/ 129/ IV/2019/NS di Mapolres Nias.

Kemudian pada tanggal 25 Juni 2019 penyidik polres Nias menetapkan sebayak 5 (lima) orang sebagai tersangka berinisial FL, NL, BL, MSL, ML dan tiga diantaranya masih belum cukup dua alat bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka yakni MUL, MAL, MWL.

Pantauan Wartawan, Pada hari Senin 01 Juli 2019 kedua tersangka FL dan NL salah satu diantaranya Kepala Desa Hiligodu, Kec.Botomuzoi, Kabupaten Nias dilakukan penahanan oleh Satreskrim Polres Nias setelah dilakukan pemeriksaan selama kurang lebih 10 jam.

Pada kesempatan ini Ketua Ormas Laskar Merah Putih Krisman Zebua Kepada wartawan mengatakan, mewakili teman-teman baik yang hadir malam ini maupun belum datang meminta kepada semua pihak stok holder agar kedepan tidak ada lagi kekerasan yang terjadi terlebih Intimidasi terhadap Aktivis dan pers, jika ada kekeliruan atau kesalahan mari kita tempuh melalui jalur hukum, sudah gak jamannya lagi cara-cara kekerasan seperti tahun 1995, cukup kejadian yang menimpa kerabat kita ini yang mengalami, Terang krisman zebua kepada wartawan.

Tambahnya, Saya dan teman-teman berterimakasih kepada rekan mitra kami di jajaran polres nias dengan cermat serta sigap dan teliti dapat secepatnya “menyeret” aktor intlektual tersebut ke jeruji besi.

melalui kasus penganiayaan ini, kita berharap agar tidak terulang dikemudian hari dan menjadi bahan pertimbangan kedepan kepada stok holder lainnya dan juga pada teman-teman aktivis dan pers di kepulauan nias. Mari kita menjaga persatuan dan kesatuan jangan terpancing melakukan tindakan yang melanggar hukum. jangan patah semangat teruslah berteriak agar para koruptor tau kita masih ada,ujarnya mengakhiri.

Selanjutnya dengan hal yang sudah terjadi ini, Besar harapan kita agar para koruptor yang ada di Pulau Nias bisa menjadi teguran bagi mereka (oknum) sehingga kedepan tidak semena- mena menghalangi Wartawan meliput Berita bahkan melakukan penganiayaan terhadap Wartawan, Ujar salah seorang saat di Wawancarai Wartawan Media komentar com.Nias (Arlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *