Kader Sumut Geram Terkait Pernyataan Romy di Sidang Tipikor

Medan-Sumut (mediakomentar.com) Pernyataan Romahurmuzy (Romy) di persidangan kemaren, rabu (26/6) di pengadilan Tipikor Jakarta, terkait kasus jual beli jabatan di Kementrian Agama dengan mendorong Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kementerian Agama Jatim dengan mengatakan demi kepentingan PPP akhirnya  mendapat kecaman dari kader Bawah PPP di Sumatera Utara.

Ini kata kader bawah SUMUT yang menyatakapan sikapnya kepada redaksi, kamis (27/6)

“PPP bukan hanya ada di Jawa saja tetapi berada di seluruh NKRI. Yang pasti Selama masa kepemimpinan Romy PPP mengalami perubahan menurun seperti saat ini”.

“Sebaik Romy itu jangan berlagak seolah-olah telah berbuat bagaikan pahlawan PPP. Sejujurnya apa yang dialami PPP dalam masa kepemimpinannya terutama di Sumatera Utara khususnya Kota Medan menjadi hancur babak belur dan kepercayaan masyarakat menurun drastis”.

Buktinya dari perolehan kursi di DPRD Sumut dan Kota Medan mengalami penurunan. Sedangkan periode 2014-2019 merupakan warisan kepemimpinan atau binaan dari Surya Dharma Ali. Untuk DPR-RI dapat 2 kursi, DPRD Sumut dapat kursi 4 dan DPRD kota Medan 5 kursi.

Sedangkan untuk 2019-2024 nanti merupakan warisan kepemimpinan Romy. Untuk DPR-RI “0” (nol) kursi, DPRD Sumut mendapat 2 Kursi dan DPRD Medan 1 kursi.

Lalu dimana letak tepatnya pernyataan Romy yang mengatakan jual beli jabatan dengan mendorong Haris Hasanuddin untuk menjadi Kakanwil Kemenag Jatim untuk kepentingan PPP? Pernyataan Romy ini sangat memalukan sekali untuk PPP khususnya di Medan Sumatera Utara.

Untuk itu kami sangat bermohon kepada  KPK agr menyelidiki kasus jual beli jabatan ini, Tolong diselidiki diwilayah lain dan bukan hanya terbatas di Jawa Timur. Karena si Romy itu bukan ketua PPP Jawa Timur tetapi Ketua Umum PPP Indonesia ini dimasa jabatannya.” Ungkap Arifin Kader PPP pengurus PAC di Medan Sumatera Utara. (red)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: