“KABUR” Masterplane Pasar Induk Mini Marelan Medan Tak Pernah Nampak

Medan (mediakomentar.com) – Polemik Pasar Induk Mini Marelan Medan, mulai dari kerja sama antara pihak ke 3 dengan pedagang, PD. Pasar, sampai dengan Pemko Medan.

Diketahui bahwa PD. Pasar Kota Medan hanya mendapat hak pengelolaan saja, sedangkan Bangunan Pasar Induk Mini Marelan masih milik Pemko Medan yang dibangun oleh Perkim Kota Medan. Dan pasti yang namanya mengelola mempunyai jangka waktu yang telah ditentukan.

Menurut Ketua Presidium Garuda Merah Putih Community (GMPC) SUMUT Bung Dedy Harvisyahri, minggu (21/12) mengatakan bahwa Pemko Medan harus menghadirkan Masterplan Pembangunan Pasar Marelan tersebut’

“Masterplane Pasar Marelan tidak pernah di Nampakkan apalagi di pajang di kantor Pasar Marelan. Padahal Masterplane itu sangat penting sekali untuk sebagai acuan kerja kedepannya.

Sebab Masterplan terdiri dari target, kebijakan, tata kelola penggunaan lahan, pembangunan hunian masyarakat, pengembangan ekonomi, sumber daya alam, ruang terbuka, rekreasi, fasilitas publik, pelayanan publik, hingga transportasi dan itu tidak lepas dari anggaran biaya yang akan dikeluarkan dan dibebankan.

Saya curiga Masterplane Pembangunan Pasar Induk Mini Marelan Kota Medan tidak akan dimunculkan di Publik. Karena sampai saat ini

  1. Tempat Pembuangan sampah Sementara tidak ada
  2. Parit lingkungan pasar tidak tembus dari hulu ke hilir
  3. Kanopi lantai I dan II belum ada
  4. Plat atapnya kurang miring sehingga air akan tergenang jika hujan
  5. Kontruksi besi WF tidak menyatu diduga Kontruksi besi WF Pengikat tiang kolom tidak span
  6. Baut pengikat besi WF ada yang belum terpasang dan bisa berakibat besi WF jatuh ke bawah
  7. Pendataan Paving blok dihalam parkir tidak rata dan bila hujan sebagian halam tertutup genangan air.

Sebenarnya semua ini tanggung jawab siapa? Apakah PD. Pasar Kota Medan atau Perkim Kota Medan?

Dalam hal ini Pemko Medan semestinya Pro Aktif dan berani menunjukkan Masterplan ke Publik. Dan diminta kepada BPK provinsi Sumatera Utara agar mengaudit hal ini berdasarkan Masterplane yang sebenarnya” Terang Dedy Harvysyahri dalam menyingkapi hala ini kepada awak media. (red)

Tinggalkan Balasan