Jika Kesadaran Sudah Berkurang, Berlalu Lintaspun Suka Hati

Medan (mediakomentar.com) Jika hidup berdasarkan kemauan sendiri dan tidak perduli dengan peraturan, ini pasti timbul dari sifat egois, merasa hebat dan benar. Setidaknya kalimat nasehat inilah yang sering diucapkan para orang tua kita dulu.

Sabtu (6/7) sewaktu redaksi melintasi Jalan Mesjid Raya menuju simpang Brigjen Katamso (Istana Maimun) sekira pukul 14.00 wib. Terlihat suatu pemandangan pelanggaran lalu lintas yang bisa mengakibatkan rawan keclakaan.

Terlihat bahwa suatu pemandangan yang pada saat itu lampu lalu lintas menyala merah, tetapi tetap saja ada kenderaan yang mencoba menerobos dan melanggar rambu lalu lintas tersebut. Ditambah lagi kenderaan roda 4 yang berhenti di lokasi area Roda 2.

Hal ini menunjukkan sifat kurangnya kesadaran berlalu lintas. Dan memang pada saat itu petugas kepolisian tidak ada di lokasi persimpangan tersebut untuk mengatur lalu lintas.

Tetapi menurut redaksi keberadaan Lampu Lalu lintas tersebut, selain mewakili aparat kepolisian selaku penegak hukum juga mewakili peraturan berlalu lintas.

Jadi apakah harus aparat kepolisian hadir dilokasi, agar para pengguna jalan bisa mematuhi peraturan lalu lintas? jika ini jadi merupakan keharusan, berarti kesadaran para pengguna jalan akan timbul disaat ada penegak hukum.

Memang situasi dan suasana yang sangat menyedihkan tentang kesadaran, terutama dalam berlalu lintas. (red)

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: