JARINGAN ANTAR PROVINSI SIKAT SAT RES NARKOBA POLRESTA

Medan, Sumut (mediakomentar.com,) – Satuan kriminal sat Res Narkoba Polrestabes Medan lagi-lagi berhasil meringkus 2 (dua) Bandar besar Narkotika jenis sabu – sabu antar provinsi di lokasi yang berbeda. Bandar besar yang berhasil diringkus Sat Res Narkoba diketahui bernama Surianto alias Yanto (32) warga jalan Husein Pamela RT.020/RW.004 Desa Samke Kec.Merauke Kab Merauke dan Herman alias Ali (35) warga Gg.Sekip Kel.Selat Panjang Selatan Kec.Tebing tinggi Kab.Meranti Prov.Riau.

“Kedua Bandar yang diringkus sudah menjadi target oprasi (TO) dikatakan kasat Narkoba Polrestabes Medan Kompol Oloan Siahaan SH,MH yang didampingi oleh Kanit Narkoba Idik ll Iptu Arjun Bangun SH,MH dihadapan wartawan bertempat Mako Polrestabes Medan Senin (15/03/21)

Dari kronologis penangkapan bermula ketika Suryanto alias Yanto di suruh temannya bernama Herman alias Ali berangkat dari Surabaya menuju Pekanbaru Minggu (28/03) sekira pukul 15:00wib. Kemudian Yanto langsung berangkat dari surabaya menuju Pekan Baru karna disuruh darah oleh Herman alias Ali Senin (01/03/21), kemudian pelaku transid dari Jakarta sekira pukul 08:wib dan pada akhirnya pelaku bertemu Herman di Pekan Baru. Setelah itu Yanto dihubungi lewat telepon oleh Marsel alias Omen Surianto menyuruh Aryanto berangkat ke Medan kembali sekira pukul 14:00 wib tuk mengecek Pil Ekxtasi setelah pukul 20:00 wib masuk no tak dikenal menelepon ke henpon pelaku.

Selanjutnya kedua Pelaku diarahkan si penelpon ke arah Masjid Agung .Setibanya di Masjid Agung mereka di jemput dua Pria tak dikenal dan membonceng Yanto serta membawanya kesalahsatu rumah yang berada di Jalan Teratai Kel.Hamdan, Kec.Medan Maimun sedangkan Herman dibawa ke Hotel Red Doorz Oyo, di Jalan Teratai. Selanjutnya Yanto bertemu dengan seorang laki-laki bernama Ahmad dan memperlihatkan kepadanya sekitar dua ribu butir pil, lalu Ahmad memberikan kepada Yanto ΒΌ butir pil tersebut .Kemudisn pil tersebut dikonsumsi oleh Yanto dan tak berapa lama kemudian Yanto menelpon Marsel alias Omen dan Prasetyo dengan mengatakan, barangnya sudah dilihat dan sudah test, barangnya bagus.

Kemudian Marsel menghubungi Yanto menyuruh ngecek barang dari Ahmad ,kemudian diperlihatkan dua bungkus narkotika yang di kemas dalan teh cina yang sudah di test oleh Yanto. Kemudian Yanto menelpon Marcel dan mengatakan, bahwa sabu-sabu tersebut bagus. Di karenakan banyak pil ekstasi yang dikonsumsi oleh Yanto maka Yanto duduk dibelakang rumah warga, sekitar pukul 18:15 WIB.

Kemudian tak berapa lama saat Yanto duduk dikursi belakang rumah warga, tiba-tiba datang beberapa orang laki-laki yang tidak dikenal mengaku anggota kepolisian dari Satuan Narkoba Polrestabes Medan. Selanjutnya polisi langsung melakukan penangkapan terhadap Yanto .Ketika petugas menggeledah Yanto ,menemukan barang bukti Narkoba sebanyak 2 (dua ) bungkus bersar plastik teh cina berisikan sabu-sabu. dan pada saat dilakukan penggeledahan polisi menemukan barang bukti berupa 2 bungkus besar plastik teh Cina yang berisikan narkotika jenis sabu-sabu yang berada di bawah kursi dekat Yanto duduk.

Selanjutnya bersma barangbukti Yanto di giring ke Mako untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya di Mako. Pelaku terjerat Pasal 114 ayat (2) Subs 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. “Barang bukti yang diamankan 2 bungkus plastik yang berisikan Narkotika golongan I bukan tanaman dengan sebutan sabu (Metamfetamina) dengan berat bersih 2. 000 gram dan 1 bungkus plastik yang berisikan Narkotika golongan I bukan tanaman dengan sebutan sabu (Metamfetamina) dengan berat bersih 0,22 gram.

Kemudian pada saat Herman menuju ke Jalan Sei Blutu No 17-B, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru, Herman langsung menuju kamar Nomor 115 Hotel Grand Centra Medan. Tepatnya didepan kamar Hotel Herman diberhentikan oleh polisi dan saat dilakukan penggeledahan ditemukan 1 bungkus plastik yang berisikan narkotika jenis sabu-sabu dari dalam dompet milik Herman, Selanjutnya pelaku diboyong ke Mako untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Kita juga masih memburu jaringan Yanto yang belum tertangkap ini, ” tandas Kompol Oloan Siahaan ini.

( Novrizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *