Jalan Becek Dan Rusak Karena Titi Drainase Lebih Tinggi Dan Permanen

oleh : Muhammad Arifin/Pimpinan Redaksi

Medan (mediakomentar.com) Rabu, 3 oktober 2019. Sekeras-kerasnya aspal pasti akan hancur jika terjadi genangan air. Istilah bahasa ini jika dicermati dilapangan memang ada benarnya juga.

Dimana sering terjadi hancur dan terkikisnya aspal diakibatkan oleh genangan air yang tidak masuk ke dalam drainase.

Pandangan ini sangat jelas kita lihat sewaktu kita melintasi daerah komplek Ruko yang baru siap dibangun dipinggir jalan terutama yang ada dikota Medan. Dimana rata-rata para pemilik ruko tersebut membuat titi kehalaman rukonya lebih tinggi dari jalan raya dan mengikuti tinggi halaman rukonya. Ditambah lagi titi drainase tersebut dibuat secara permanen dan memanjang mengikuti halaman depan rukonya.

Bagaimana air yang ada di jalan bisa masuk ke Drainase?

Pemandangan yang banyak terjadi dikota Medan ini, seolah luput dari pengawasan pemerintah. Karena selalu saja terjadi dan terus terjadi.

Wajar saja jika hujan turun walau hanya sebentar saja, bisa mengakibatkan jalan raya banyak genangan air. Padahal sungai maupun drainase tidak meluap. Lebih parahnya lagi jika terjadi penyumbatan pada drainase tersebut, tidak bisa dilakukan pengorekan, karena titi halam tersebut sudah dibuat secara permanen dan memanjang.

Bahkan jika dilihat lagi, kebanyakan pemilik usaha indomaret, alfa mart maupun alfa midi jika membuat titi drainasenya keseluruhannya permanen dan bahkan diaspal. Bagaimana membersihkannya jika drainase dibawahnya terjadi penyumbatan?

Akibatnya air yang mengalir dari rumah warga semestinya menuju ke drainase utama (Drainase di jalan raya) tidak bisa mengalir dan akibatnya membal balik ke rumah warga.

Pemandangan dan keluhan warga yang sudah beberapa tahun ini terus terjadi, nampaknya bukan menjadi prioritas utama pemerintah. Padahal sudah ada perwal yang mengatur tentang titi dan drainase di kota medan ini. Yaitu Peraturan Walikota Medan no. tahun 2009. Usia perwal yang sudah 10 tahun terbit tetapi malah semakin mandul di tahun 2019 ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *