Ini Kata Tokoh Nias Terkait Penggelapan Beras Di Desa Lasara Sawo

Nias (mediakomentar.com) Polres Nias melalui unit II, kasus dugaan penggelapan rastra didesa lasara sawo kecamatan sawo kabupaten Nias Utara oleh kades dan kroninya terus berproses.

Pihak kepolisian Resort Nias melalui Unit II, Menjelaskan bahwa “penyelidikan telah dimulai, beberapa saksi dari pelapor melalui Humas telah diambil keterangan , 10 orang saksi dari pelapor telah dimintai keterangan dan berlanjut permintaan keterangan beberapa pihak lainnya, baik di Dinas Sosial” tutur Bripka F.Ginting.

Masyarakat pelapor Melalui selulernya,  mengharapkan bahwa “laporan penggelapan beras yang dilaporkan terus digulingkan dan terang benderang dan menemuka pelakunya. Termasuk dugaan penyaluran beras 2 tahun lalu oleh Kades.

Ada banyak indikasi penggelapan, penyaluran kepada beberapa KPM belum didistribusikan, padahal nama mereka ada. Kasihan masyarakat desa lasara sawo ,bila tindakan kades dan kroninya semena mena mempermainkan hak masyarakat” Ujar atalisi Tel. Rabu (28/9)

Tokoh pemuda Fakha Tel SH. menyampaikan kepada awak media terkait tanggapannya. “Kita percaya Polres Nias terus bekerja dan menyelidiki kasus ini. Karena Polres Nias pro dengan rakyat yang tertindas terlebih ini ada indikasi pelanggaran. Semua sama didepan hukum.

Meskipun banyak uang terlapor maka tidak ada pengecualian. Salah tetap salah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jangan termakan isu oleh masyarakat pelapor, tidak ada yang kebal hukum. Mari hargai proses dan pada akhirnya akan ada kesimpulan kasus ini” ujarnya, Rabu (28/9)

Mayjend (PURN) Drs.Christian Zebua salah satu tokoh nasional, menanggapi bahwa “terus didorong penegak hukum. “Dorong penegak hukum utk law enforcemrnt” Harap jendral, Rabu (28/9) (Ed.Mendrofa/A.Muri Telaumbanua)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: