Hasil Otopsi, Kematian Tersangka Narkoba Abdi Sanjaya Alias Cokna Karena Asma

Medan, Sumut (mediakomentar.com) – Walau sudah di ungkap akibat kematian Abdi Sanjaya alias Cokna oleh Polresta Deli Serdang, tetapi karena masih ada simpang siur komentar public terkait kematian Abdi Sanjaya alias Cokna yang meninggal saat ditangkap oleh Polres Deli Serdang Sumatera Utara di Jl. Jamin Ginting Kec. Pancur Batu Kab. Deli Serdang dengan kasus 338, Sabtu (12/9) akhirnya terjawab setelah hari ini, Polda Sumatera Utara melalui Ditkrimum Poldasu melakukan Konfrensi Pers di halaman Ditkrimum Mako Polda Sumatera Utara, Selasa (22/9).

Nampak hadir dalam konfrensi Pers yang di pimpin oleh Kombes Pol Irwan Anwar, SH, Sik, MH (Dirkrimum), AKBP Faisal F Napitupulu, Sik, MH (Wadirkrimum), Kompol Taryono Raharja, Sik (Kasubdit Jatanras Ditkrimum), Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja, Sik dan Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Yemi Mandagi, Sik beserta tim staf spesialis Forensik dari RSU. H. Adam Malik Medan yang di pimpin oleh dr. Asan Petrus, M.Ked (for), Sp.F. yang juga menerangkan bahwa kematian Tersangka Abdi Wijaya alias Cokna di karenakan kambuhnya penyakit Asma yang merupakan penyakit bawaan tersangka yang sudah akkut (kronis) dan lever (hati).

Dalam keterangannya didepan para awak media dr. Asan Petrus, M.Ked (for), Sp.F yang juga merupakan staf pengajar di Universitas Sumatera Utara, membenarkan di temukan ada kekerasan dalam tubuh seperti luka memar dan lecet pada tubuh korban dan di dalam pemeriksaan toksipologi ditemukan ada zat metaitamin pada lambungnya.

“Memang ada luka memar dan lecet pada tubuh korban, tetapi bukan luka tersebut yang membuat Tersangka meninggal melainkan penyakit asma yang sudah akkut. Sebab luka memar dan lecet tersebut tidak mengakibat luka dalam hanya luka luar saja dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan melainkan tanda yang muncul mati lemas. Penyakit asma yang akkut kumat saat terjadi penangkapan dengan perlawanan dan pergumulan. Dan di karenakan terjadi pergumulan dengan aparat kepolisian membuat rongga paru-paru terjepit dan membuat kebutuhan oxygen tidak terpenuhi (terhambat) yang mengakibatkan lemas dan meninggal dunia di dalam pemeriksaan toksipologi ditemukan ada zat metaitamin pada lambungnya” jelasnya

Selanjutnya Sang dokter spesialis fonrensik menerangkan juga bahwa sebelumnya tersangka di dibawa ke RS Bhayangkara Poldasu, tetapi dikarenakan pihak keluarga meminta kepada Kepolisian agar pemeriksaan di lakukan oleh RS H. Adam Malik. Maka pihak kepolisian membawa Alm. Cokna ke RS. H. Adam Malik. Jadi Kami bekerja bukan berdasarkan permintaan keluarga, melainkan berdasarkan permintaan penyidik. Jadi laporan pemeriksaan diberikan kepada penyidik. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada pihak keluarga Alm. Cokna yang mempercayakan otopsinya kepada kami (tim forensik RS. H. Adam Malik Medan)” Tutupnya

Dalam pemberitaan sebelumnya Kapolresta Deliserdang Kombes Yemi Mandagi didampingi Kasat Narkoba AKP Ginanjar Fitriadi dalam keterangan persnya, Sabtu (12/9) sore menyebutkan, pengungkapan kasus narkoba itu berawal pada Kamis (10/9) malam, petugas mengamankan Tumpal Hendrik Ferdianto alias Bolon dirumahnya.

Selain mengamankan pria yang berstatus anggota Polri itu, pihaknya mengamankan barang bukti berupa 2 paket sabu yang dikemas plastik klip transparan ditaksir 13,24 gram, 26 butir pil ektasi warna krim berbentuk lembar daun ditaksir seberat 12,89 gram, 1 HP merk Oppo F9, 1 unit timbangan elektrik, 1 pucuk softgun dan uang tunai Rp 45 juta.

Saat diinterogasi, Tumpal Hendrik Ferdianto alias Bolon mengakui jika barang bukti yang ditemukan itu adalah miliknya yang diperolehnya dari Abdi Sanjaya alias Cokna yang beralamat di Kecamatan Pancur Batu.

Berdasarkan keterangan tersangka Tumpal, lanjut Kapolresta, petugas Sat Narkoba melakukan pengembangan. Pada Jumat (11/9) petugas berhasil menangkap Abdi Sanjaya di Jalan Djamin Ginting, Kecamatan Pancur Batu, berikut barang bukti 1 paket sabu dikemas plastik klip transparan ditaksir seberat 113 gram pada kantong depan sebelah kanan Abdi dan 1 unit HP merk Vivo.

Namun saat Abdi Sanjaya alias Cokna ditangkap, tiba-tiba dia lemas. Selanjutnya, petugas membawa Abdi ke RSUP Adam Malik. Setelah beberapa saat, Abdi Sanjaya telah meninggal dunia. Lalu, petugas membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi. (rizal/red)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: