FPII Sumut: Pelaku Karhutla Tidak Cukup Hanya Ganti Rugi Uang Saja

oleh : Muhammad Arifin/Ketua FPII Sumut/Pimpinan Redaksi

Medan (mediakomentar.com) Rabu, 2Oktober 2019 – Kebakakaran Hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sebagian Pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan di NKRI ini membuat korban nyawa manusia, hewan dan tumbuhan yang sangat banyak. Bahkan hal ini sudah pasti tidak bisa terulang lagi keragaman habitatnya.

Sudah menjadi pandangan orang banyak bahwa paska kebakaran hutan yang memiliki beragam tumbuhan, hewan dan juga tempat tinggal sebagian manusia akan berubah menjadi perkebunan sejenis (kebun sawit).

Diketahui dari media bahwa kebakaran hutan dan lahan ini adalah ulah Manusia yang disengaja dan bahkan melibatkan perusahaan dalam negri dan asing.

Pertanyaannya, masihkah pemerintah hanya meminta ganti rugi uang kepada pelaku Karhutla tersebut? Sebab, Jika hanya ganti rugi uang yang diminta Pemerintah, itu rasanya tidak cukup dan tidak pantas.

Karena Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan tersebut dinilai sama dengan Pelaku pembunuhan masal. Menurut saya yang pantas dilakukan pemerintah adalah membawa pelaku tersebut ke pengadilan internasional, ganti rugi yang setimpal dengan nyawa manusia, hewan dan tanaman yang beragam macam serta cabut semua izin yang dimiliki Perusahaan tersebut dalam mengelola Hutan. Karena apa yang telah dia lakukakn pasti tidak bisa dia kembalikan seperti semula kala. Jangan diberi perlindungan hukum apapun bahkan jangan diberi kesempatan kedua untuk mengelola hutan dan lahan tersebut.

Jika hanya diganti rugi dengan uang sama artinya harga nyawa manusia, hewan dan tumbuhan yang ada di Indonesia bisa diukur dengan uang. Dan saya rasa itu tidak NKRI dan Pancasilais. Bila perlu jangan ada lagi pelaku Karhutla tersebut berada di Indonesia ini. (sumber FPII Sumut)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: