Ketua FPII Sumut: Dulu Mesra, Sekarang P3TM VS PD. Pasar Kota Medan

Medan (mediakomentar.com) – Dalam catatan redaksi mediakomentar.com bahwa masih teringat jelas masalah pemberitaan di media sewaktu Rusdi Sinuraya selaku Dirut PD. Pasar Kota Medan mengakui di dalam ruang sidang Pengadilan Negri Medan (19/2/2019) dalam kasus OTT Pasar Marelan Medan ada menerima fee Rp 100 juta.

Selanjutnya selang beberapa harinya Rusdi Sinuraya membantah melalui sebuah video yang diunggahnya dan beredar di media sosial dengan mengatakan uang fee Rp 100 juta tersebut adalah uang titipan dari Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Medan (P3TM) untuk pengurusan penerbitan Surat izin Pemakaian Tempat Berjualan.

Dikutip dari dnaberita.com terbitan hari minggu (28/7/19) dengan judul Pedagang Pasar Marelan Menjerit, P3TM Laporkan Dirut PD. Pasar Medan Ke Poldasu’

Dalam Rilis berita tersebut P3TM melalui ketuanya Ali. S melaporkan Dirut PD. Pasar Medan RDS ke Poldasu atas kasus penipuan atau penggelapan fee pembangunan Pasar Marelan dengan Lp No. LP/1039/VII/2019/Sumut/SPKT III tanggal 21 Juli 2019 dan diterima Kompol Made Sudarsa,SH.

Jadi disini diterangkan uang fee dan bukan uang titipan antara P3TM dan PD. Pasar Kota Medan.

Menaggapi hal ini ketua Forum Pers Indepent Indonesia (FPII) Setwil Sumut, Minggu (28/7) mengatakan bahwa “sebaiknya laporan P3TM yang telah berada di Poldasu ditanggapi secara serius oleh pihak kepolisian dan diproses dengan segera agar dapat titik terang kebenarannya.

Semua ini sangat penting, agar masyarakat luas tau siapa sebenarnya Rusdi Sinuraya (Dirut PD. Pasar Kota Medan). Apakah seorang Penipu dan kriminal atau tidak sesuai dengan laporan pengaduan P3TM tersebut. Ada-ada saja, dulu Mesra, sekarang P3TM VS PD. Pasar Kota Medan” terangnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *