Diduga Aktivitas Tambang Ilegal Merambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Pangkalpinang

Pangkal Pinang, Babel (mediakomentar.com) – Maraknya aktivitas tambang ilegal yang ada di Kota Pangkalpinang sudah merambah ke lokasi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dari hasil investigasi tim reporter Garuda News di lapangan, melihat bahwa tambang ilegal tersebut di duga beraktivitas di wilayah RTH Kota Pangkalpinang. Tepat nya di Kelurahan Bacang Parit Enam, Kecamatan Bukit Intan, kota Pangkalpinang.

Dari pantauan awak media tidak jauh dari lokasi penambang tersebut terdapat Plakat yang bertuliskan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Pangkalpinang, yang di perkirakan berjarak kurang lebih Tujuh meter di belakang lokasi penambang tersebut.

Saat melakukan penelusuran, Tim reporter Garuda News menyaksikan langsung warga yang sedang melakukan aktivitas penambang dengan menggunakan mesin. Saat di temui awak media, (Bn) pemilik tambang tersebut mengatakan jika lokasi tersebut merupakan lahan pribadi.

“Lahan ini milik pribadi, milik orang tua saya,” Ujarnya. Rabu (21/10/2020). Pukul 11.00 WIB

Sementara itu di tempat yang sama, Lurah Bacang, Arli setelah mendapatkan konfirmasi dari awak media, segera turun ke lokasi, dan menyebutkan bahwa wilayah itu merupakan RTH Kota Pangkalpinang. Soal tanah itu milik pribadi, atau bukan, kalau melakukan aktivitas tambang tetap tidak di perbolehkan.

“Menurut google eart, wilayah ini memang RTH Kota Pangkalpinang. Terkait lahan pribadi, itu tetap tidak boleh melakukan tambang, karena itu namanya merusak, apalagi ini wilayah RTH,” Sebut Arli

Untuk sanksi sendiri, Arli menambahkan, akan memberi teguran dulu, dan membuat laporan ke pihak yang berwenang.

“Kalau untuk sekarang kita akan kasih teguran dulu, nanti baru bikin laporan ke Satpol PP biar mereka yang bertindak,” Tegasnya.

Ia juga berharap untuk kedepannya akan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat terkait hal tersebut bahwa ini memang tidak boleh.

“Kita akan mengadakan sosialilasi kepada masyarakat, karena mereka juga kan masih awam, jadi belum tahu bahwa itu dilarang,” Tambahnya. (sumber: Garuda-news./red)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: