Di Sumut Perwal Kota Medan Tak Mempan Untuk PT. Musim Mas

Medan (mediakomentar.com) – Penanaman Pipa dalam drainase lingkungan warga oleh PT. Musim Mas sudah berjalan 2 tahun. Terhitung Desember 2017 sampai dengan saat ini Desember 2019.

Informasi yang berhasil dihimpun bahwa penanaman pipa sebanyak 2 batang sepanjang 2 km di Mulai dari Jalan Rumah Potong Hewan Kel. Mabar Kec. Medan Deli (Pabrik PT. Musim Mas) sampai dengan Jl. Kol. Yos Sudarso Km 8 Kec. Medan Deli Kota Medan Sumatera Utara (Kantor PT. Musim Mas) tetap tidak dibongkar alias kebal Hukum.

Pada hal sudah jelas-jelas perbuatan PT. Musim Mas itu sudah melanggar Peraturan Walikota Medan no. 9 Tahun 2009.

Sebanayk 2 pipa yang ditanam beriringan sepanjang 2 km tersebut, menurut masyarakat sekitar tidak tau kegunaannya untuk apa dan sudah menjadi kekhawatiran yang sangat menegganggu kenyaman hidup.

“Kami tak tau pipa itu mau dialiri apa, mungkin saja limbah. Dan pipa itu hanya diletakkan saja didalam drainase lalu di timbun dengan adukan semen. Jadi drainase kami sudah terjadi pendangkalan yang permanen. Sudah 2 kali ganti lurah dan Anggota Dewan. Tetap saja persoalan kami dianggap angin lalu saja” terangnya

Diketahui bahwa sebenarnya warga sekitar sudah mengadu ke DPRD Medan di awal tahun 2018, hanya sekali anggota Dewan datang kemari (Sahat Simbolon) dan berjanji akan membuat Rapat Dengar Pendapat (RDP). tetapi hanya janji-janji saja. Bahkan menurut pengakuan warga, mereka sudah pernah mendatangi DPRD Medan (pertengahan tahun 2018) dan berjumpa dengan salah seorang Anggota Dewan yang mengaku Wakil Ketua Komisi D dan berjanji juga akan membuat RDP. Ternyata semuanya juga omong kosong. Karena Anggota Legislatif sudah berganti.

Menurut warga bahwa Lurah, Camat, Walikota bahkan pihak Kepolisian sudah diSurati dengan keluhan jiwa rakyat, ternyata semuanya hanya diam saja dan menganggap bahwa persoalan rakyat dianggap  suatu hal yang tidak penting.

Informasi yang didapat dari masyarakat bahwa sekitar sebulan lalu, pihak kelurahan Mabar yang dipimpin Lurah Frandi Siregar saat mengadakan gotong royong membersihkan drainase yang tersumbat bersama dengan Dinas PU, juga tidak melakukan pengorekan didalam drainase  yang ditanam Pipa tersebut. Alat Escavator atau beko yang sudah stand by untuk mengorek, malah berhenti dan tidak melanjuti setelah Pak Lurah pulang dari mendatangi kantor PT. Musim Mas.

“Saat ini Kapoldasu sudah diganti dan jajaran Polres Belawan sudah juga berganti. Kami selaku warga disini berharap persoalan kami ini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah. Karena ketidak perdulian PT. Musim Mas akan peraturan yang ada serta tidak adanya penegakkan hukum membuat kedzholiman terus merajalela” terang warga yang tidak mau disebutkan namanya, Senin (16 Desember 2019)

(red)

Tinggalkan Balasan