Bikin Malu, Lebih Baik MURI Cabut Penghargaan Kepada Kapolres Belawan

Medan, Sumut (mediakomentar.com) –  Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menurut komentar presiden Indonesia Drs. H. Sosilo Bambang Yudhuyono yang dikutip dari laman MURI adalah:

“Catatan Rekor MURI menunjukkan semaraknya keragaman budaya dan berbagai potensi alam Indonesia, sekaligus gelora semangat anak bangsa dalam mengukir karsa dan karya prestasi terunggul di bidang keahlian masing-masing. Kemampuan bagian dari benteng nasionalisme kita dalam berkompetisi di era globalisasi masa kini”

Seminggu terakhir ini masyarakat khususnya di Medan Sumatera Utara dihebohkan dengan pemberitaan di media, dimana Kapolres Pelabuhan Belawan mendapat penghargaan dari MURI terkait Rekor pengungkapan kasus perjudian terbanyak di wilayah hukumnya selama 6 (enam ) bulan.

Penghargaan MURI tersebut ditanda tangani pada tanggal 27 Juli 2020 yang dianugerahkan kepada AKBP. Dr. Mhd. R. Dayan, SH, MH. sebagai Kapolres Pelabuhan Belawan.

Dilihat dari tanggal ditanda tanganinya peghargaan MURI tersebut, penghargaan diberikan sekitar 6 bulan awal AKBP. Dr. Mhd. R. Dayan, SH, MH. menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Belawan. Dimana sebelumnya pada tanggal 20 Desember 2019 telah ada acara pisah sambut jabatan Kapolres dari M. Ikhwan Lubis (Kapolres Pelabuhan Belawan sebelumnya) kepada dirinya di Hotel Emerald Garden Medan.

Yang jadi pertanyaan Publik saat ini adalah :

  1. Seberapa banyak kasus pemberantasan judi yang telah dilakukan Kapolres Belawan?
  2. Seberapa banyak pula mafia judi yang sudah ditangkapnya?
  3. Berapa lokasi judi yang telah ditutupnya dan?
  4. Apakah rekor pengungkapan kasus perjudian yang terbanyak selama 6 bulan ini perbandingannya dengan seluruh Kapolres yang ada di Indonesia?

Sementara di tahun yang sama, apalagi diakhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 kekesalan masyarakat di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan terkait maraknya judi sampai puncaknya dengan para emak-emak yang melakukan penggerebak sendiri ke lokasi judi. Dan ini sudah terpublikasi di media bahkan di media sosial. Dan kejadian pengerebekan tersebut bukan hanya sekali bahkan sudah berkali-kali.

Alasan para emak-emak ini memang cukup mendasar, dimana dalam satu video yang sudah beredar para emak-emak mengatakan kalau sebelumnya sudah melapor ke polisi, tetapi lokasi perjudian tersebut tetap beraktivitas bahkan tidak terdengar ada pengusaha judi yang ditangkap jadi tersangka apalagi Mafia judinya yang dijadikan tersangka. Belum lagi tidak ada pengungkapan Pabrik pembuatan mesin ketangkasan judi seperti jackpot dan mesin ketangkasan tembak ikan (ikan-ikan).

Terlepas dari permasalahan dan pertanyaan diatas, sebenarnya penghargaan tersebut diberikan kepada pejabat di Instansi Kepolisian yang memang tugasnya sebagai pemberantas pelaku tindakan kriminal dan merupakan suatu kewajiban tugas yang sudah di embannya.

Semestinya penilaian prestasi kerjanya, yang memberikannya adalah Atasan tertingginya dalam hal ini adalah Kapolri. Lalu apa dasar MURI memberikan penghargaan tersebut? Apakah memang ada sebelumnya mendapat informasi dari Kapolri atau tidak? atau pernah menanyakan prestasi kerja Kapolres Pelabuhan Belawan itu ke Masyarakat di wilayah hukumnya?

Untuk saran, lebih baik MURI mencabut, mengambil dan membatalkan penghargaan tersebut. Sebab sudah mencederai hati masyarakat.

Kalaulah memang ada pemberantasan judi bahkan prestasinya cukup bagus, takkan mungkin para emak-emak yang pekarjaannya sebagai ibu rumah tangga melakukan penggerebekan langsung kelokasi judi. Salam sehat (*)

Oleh : Muhammad Arifin / Pimpinan Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *