Biar Independent, Pers Tidak Perlu Dapat APBD Maupun APBN

Oleh : Redaksi

Medan (mediakomentar.com) – Rabu (2/10/19) Kekisruhan Pers yang terjadi saat ini semata-mata karena adanya pembagian dana untuk para jurnalis, Perusahaan Media, organisasi pers dan Dewan Pers. Dan sudah tentu, yang namanya Pembagian uang dari Pemerintah, semuanya ingin menikmatinya. Ibarat kata pepatah dimana ada gula pasti ada semut yang ingin mencicipinya apalagi gulanya dari Pemerintah.

Yang jadi masalahnya pembagian gula tersebut dianggap beberapa insan pers tidak merata dan pilih kasih. Dan akhirnya jadi ricuhlah, ada yang merasa wajar dan hebat karena dekat dengan pemerintah, ada yang merasa hebat karena diakui Dewan Pers dengan segala programnya dan sebagainya. Yang imbasnya terjadi gejolak bagi yang tidak dapat. Padahal sama-sama memiliki profesi dibidang Pers.

Tetapi yang lebih parah lagi berimbas juga kepada pemberitaan. Kebanyakan yang sudah menikmati dana APBD maupun APBN pemberitaan di Medianya lebih banyak pencitraan dan condong menyorot pemberitaan Pemerintah yang membuka acara peresmian dan lain-lain dibandingkan Keluhan jiwa dan jeritan hati rakyat kecil dan lingkungan sekitarnya.

Sehingga saat ini berita rakyat kecil dan lingkungannya lebih banyak didapat dari media social yang di syuting langsung oleh pelakunya atau kerabatnya yang bukan berprofesi sebagai pers.

Memang wajar saja, Jika kita sudah diberi rizqi oleh seseorang ataupun golongan, pasti kita bercondong berpihak kesana. Seperti istilah kata orang dulu waktu di zaman Belanda, jika Ayam masih mau makan jagung, semuanya bisa diatur!

Harus kita sadari bahwa Rakyat Indonesia bukanlah perkumpulan para malaikat ataupun syetan, begitu juga dengan Pemerintah bukan juga perkumpulan para malaikat ataupun syetan. Semuanya sama, semuanya hanya manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan dan kesilapan. Baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Sebenarnya secara pribadi saya ingin Pemerintah, setidaknya dalam 1 atau 2 tahun kedepan jangan ada memberikan bantuan apapun baik APBD maupun APBN kepada seluruh insan Pers. Kita akan lihat bersama, siapa sebenarnya di Insan Pers ini yang mempunyai jiwa Independent dan professional sesuai dengan UU no. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Jadi akan ketahuan siapa sebenarnya yang abal-abal dan yang masih mampu bekerja secara profesional dibidang Pers atau tidak.

Tapi siapa yang dapat bertahan dari Tekanan hidup? Salam pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *