Berkat Laporan Masyarakat, Polres Nias Periksa Kades Lasara Sawo

Nias (mediakomentar.com) Terkait laporan masyarakat desa lasara sawo, dugaan penggelapan beras rastra untuk 23 KPM dan beberapa penerima lain yang belum jelas didistribusikan oleh kepala desa beserta kroni-kroninya.
Baik pada awal kepemimpinannya sampai penyaluran tahun 2019.

Sama sekali tidak memenuhi syarat dan ketentuan pendistribusian, bahkan musyawarah desa sesuai petunjuk Dinsos Nias Utara tidak pernah dilaksanakan.

Kasus yang dilaporkan warga miskin atas ketidak beresan penyaluran beras atas nama yang ada dari kementrian sosial .

Pada tanggal 3 juli lalu beras tersebut diterima oleh pemerintah desa lasara sawo kecamatan sawo kabupaten nias utara provinsi sumatera utara sebanyak 268 KPM. Setiap KPM menerima 6 karung dengan berat 10 kg.

Dan beberapa penerima sesuai data tersebut tidak disalurkan, bahkan menantang warga melaporkan kepada siapapun .

Kisruh tersebut ditanggapi pemerintah daerah dengan menurunkan Tim 9 mengaudit. Dan jelas terdapat kesalahan yang dilakukan oleh kades dan tim distribusi beras. Temuan tersebut diungkap inspektur tolonaso gea kepada awak media.

Setelah melakukan pengecekan dan ferikasi langsung didesa. Benar menyalahi aturan dan mekanisme yang ada, bahkan beras yang ada tidak sesuai ukuran karung yang di distribusikan awal. Pertanda bahwa beras tersebut terdahulu dimanfaatkan oleh pihak desa, setelah ribut mungkin dicari pengganti dengan ukuran karung bermuatan 50 kg merek bulog memang.

Hal itu diakui kades agustinus telaumbanua pada saat mediasi dikantor camat sawo “Benar, beras yang 50 kg tersebut sebagai ganti untuk KPM yang belum tersalurkan.

Atalisi telaumbanua menyayangkan bahwa “niat menggelapkan hak warga sudah ada dan setelah ditelusuri baru jujur. Itupun warga harus setengah mati berjuang atas hak nya. Sungguh luar biasa niat kades ini, sangat jahat dan memiliki motif penggelapan.

Proses hukum pasti tidak memandang mereka yang telah jujur karena terpaksa. Bahkan karena sudah diaudit.

Seketika beras atas hak warga yang ada tidak ditelusuri, maka kades lasara sawo dengan mulus menjalankan niat nya” tutur atalisi .

Senin 2 september 2019 dilayangkan surat permintaan keterangan kepada kades dari polres nias. Dari pantauan awak media yang diinformasikan beberapa warga, bahwa kades seharian dibalai desa melakukan koordinasi minta maaf kepada warga desa terkait salah pengangkatan kadus 1 dan 3 dan untuk diberhentikan sekaligus membuka pelamaran baru, juga pemecatan aparat desa tidak tepat. Nah ..mana mungkin kades ke polres nias! Ujar Faosokhi .zendrato.

Selasa siang tadi terlihat kades didampingi oleh beberapa orang menuju polres nias, tepatnya ruangan unit II satreskrim, Menjelang beberapa waktu kades terus berada diruangan tersebut.

Dan awak media mencoba konfirmasi dari beberapa pendamping kades yang tidak mau namanya disebut “kades sedang dimintai keterangan hari ini, karena senin lalu belum menghadiri permintaan keterangan sesuai jadwal yang ditentukan. Masalah tentang raskin ini. Tolong jangan dibesar-besarkan, ini sangat memalukan” Tuturnya.

Hingga turun berita ini, awak media mencoba konfirmasi pihak polres nias unit II belum bisa ditemui. Beberapa pihak yang ada diluar unit II, sempat memperlihatkan foto surat tertuju kepada kades dari polres nias dengan menghadap di ruang Bripka Riduan F ginting, unit II reskrim yang langsung ditandatangani kasat reskrim polres nias martua manik SH.MH. (ed. Mendrofa/A.Muri Telaumbanua)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *