Belum Menjadi Walikota, Tim Suksesnya Sudah Berani Melanggar Peraturan

Medan (mediakomentar.com) – Pilkada serentak di tahun 2020 yang akan diadakan di akhir tahun ini sudah terasa panasnya atmosfir yang mengarah ke aroganan bahkan bisa menimbulkan perpecahan antar warga.

Terkhusus di Kota Medan, suasana panas itu sudah sangat terasa sekali. Walau belum ada keputusan resmi dari Partai Pengusung terkait siapa Bakal Calon yang akan diusung dan di jagokan, ditambah lagi belum ada juganya lagi keputusan dari KPU. Para Tim Sukses (TS) sudah begitu yakin kalau yang di jagokan itu akan menjadi Walikota Medan.

Dalam Peraturan Walikota Medan No. 17 Tahun 2019 tentang Penataan Reklame. Baik terkait harus ada izin dan dikenakan pajak, juga mengatur tempat lokasi yang diperbolehkan maupun yang dilarang dipasangnya reklame.

Terkait adanya Tim Sukses Bakal Calon Walikota Medan yang memasang poster Tim Sukses dan Jagoan Yang diusungnya berbentuk reklame yang di didirikan di badan jalan yang berada di Jl. Rumah Potong Hewan Kel. Mabar Kec. Medan Deli.

Menurut keterangan dari warga sekitar (red) bahwa “Foto itu (reklame) sudah ada terpajang bulan lalu (juni 2020), tapi sudah tidak ingat kapan persisnya bang” jelas warga yang tidak mau disebutkan namanya, Jumat (3/7)

Sedangkan menurut Lurah Mabar A. Siregar mengatakan bahwa persoalan ini sebenarnya sudah dibicarakan dengan Bapak Camat, tetapi dikarenakan belum ada keputusan atau perintah dari KPU maupun Walikota Medan mengenai penertiban Alat Peraga Kampanye (APK), sampai saat ini masih kami biarkan saja” terangnya kepada awak media, Jumat (3/7).

Menanggapi hal ini, Zulkifli (Sekretaris LSM Penjara Sumut) di hubungi melalui via selular mengatakan “ sebaiknya para tim sukses dalam menjalakan kegiataannya untuk memenangkan jagoannya di ajang Pilkada tahun 2020, selalu mengikuti peraturan dan ketentuan yang ada. Sehingga tidak menimbulkan suasana yang panas dan akhirnya bisa menjurus kepada perpecahan antar warga maupun kelompok. Sehingga tidak menimbulkan asumsi bahwa sebelum Sifat Tim Suksesnya saja belum jagoannya menjadi Walikota saja sudah merasa arogan dan melanggar Peraturan. Apalagi Kalau jagoannya sudah menjadi Walikota!” harapnya

Tambahnya lagi, “Begitu juga dengan Pemerintah, siapapun Bakal Calon itu sebaiknya selaku aparatur Negara harus menegakkan peraturan yang ada dan jangan lakukan pembiaran. Nanti bisa berakibat, rakyat main hakim sendiri dengan tidak mengindahkan peraturan yang sudah ada”tegasnya, Senin (6/7). (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *