Aneh!!! Kasus Pasar Horas, Heboh Di Media Tapi Tak Heboh Di TKP Siantar

Siantar (mediakomentar.com) Persoalan Kasus PD. Pasar Horas yang mengakibatkan Benny Sihotang sebagai tersangka oleh Poldasu berbanding terbalik di lokasi TKP nya. Dimana lokasi TKP di Kota Pematang Siantar hanya adem-adem saja bahkan tak tau ada kasus yang disangkakan seperti yang banyak terbit di beberapa media.

Tony Simanungkalit selaku Kabiro Siantar Simalungun  mediakomentar.com mengatakan bahwa Sampai saat hari  ini, sabtu (14/9/19) Kasus yang disangkakan Poldasu tersebut untuk rakyat siantar tak tau menahu bahkan juga jadi heran. Sebab tak ada terdengar di beberapa media bahkan dikalangan tentang ke kisruhan tersebut khususnya mengenai PD. Pasar Horas.

Memang ada sempat ada persoalan saat mau terjadi pembangunan seperti pemindahan para pedagang dari luar gedung bahkan menyangkut harga kios yang akan dibangun. Tetapi akhirnya semuanya senyap dan bahkan tidak terjadi pembangunan.

Memang Benny Sihotang sempat menjadi Dirut PD. Pasar Horas dan itu hanya beberapa bulan saja selanjutnya digantikan oleh Didi cemerlang  sebagai PLT nya yang sebelumnya selaku Direktur operasi. Yang menjadi heran lagi mengapa dalam pemberitaan tersebut hasil gelar perkara Poldasu mengatakan bahwa didit cemerlang statusnya hanya sebagai kawan Rusdi Taslim dan bukan diterangkan sebagai Direktur Operasi PD. Pasar  Horas dan juga Plt Dirutnya?

Ada apa ini sebenarnya. Apa ada nama Didit Cemerlang yang lain yang dimaksud bukan Didit (Didi) Cemerlang yang Direktur Operasi PD. Pasar Horas dan PLT Dirut?

Para awak media jug tau kalau Benny Sihotang lolos sebagai Anggota DPRD Sumut Terpilih untuk tahun 2019-2024 dari Partai Gerindra yang akan dilantik Senin depan (16/9/19). Tetapi Pihak Poldasu dalam pemberitaannya di Media  akan memanggil Benny Sihotang pada hari senin itu juga untuk diperiksa. “Ada apa lagi ini?”

Andaikata Benny Sihotang memang terkena sebagai tersangka, pasti Didi cemerlang juga kena sebagai tersangka, karena pasti disposisi berkas sampai kemejanya dulu, kalau secara system administrasi yang bagus. Dan dalam pemberitaan di beberapa media di terangkan bahwa Rusdi taslim ada memberi uang untuk pekerjaan yang belum dikerjakan sebesar  Rp 1,7 M.

Apakah ini tidak termasuk dalam kategori suap? Sebab yang diketahui masyarakat selama ini bahwa yang memberi dan menerima uang juga sebagai tersangka. Kenapa hanya sebagai kasus Penipuan?. Intinya menurut istilah Rakyat Siantar bahwa kasus yang menimpa Benny Sihotang merupakan kasus tingkat Dewa. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *