“Amran” Pegawai Disdukcapil Kota Medan Itu, Kurang Beretika Baik

Medan (mediakomentar.com) – Aneh benar tingkah dan bahasa salah seorang pegawai di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan yang mengaku bernama Amran. Dimana pada hari senin tanggal 25 Nopember 2019 sekira pukul 10.00 Wib melakukan pelayanan yang kurang beretika baik kepada warga Kota Medan.

Saya Muhammad Arifin selaku Pimpinan Redaksi mediakomentar.com dan Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Sumatera Utara dan merupakan salah satu warga Kota Medan sangat terkejut dengan bahasa yang dikeluarkan si Amran tersebut.

Saya datang ke Disdukcapil Kota Medan untuk menanyakan KTP saya yang hilang kapan siapnya, yang sebelumnya sudah mendapat resi 2 bulan yang lalu. Hal ini saya lakukan sebab pada hari jumat tanggal 22 Nopember 2019 lalu, saya menanyakan perihal ini ke Kantor Camat Medan Helvetia tempat dimana alamat wilayah Kecamatan KTP saya dan mendapat jawaban dari pegawai Kecamatan Medan Helvetia bahwa KTP saya akan siap diatas 5 bulan keatas.

Karena merasa heran dan kurang puas akan jawaban itu, saya mencoba menanyakan hal ini ke Dinas kependudukan Kota Medan. Sewaktu saya tanyakan di bagian pengeluaran KTP di lantai III, saya disapa dan ditanyakan oleh seorang pegawai yang mengaku bernama Amran. Lalu saya utarakan maksud saya yang ingin bertanya kapan KTP saya siap.

Untuk itu saya tunjuki segala identitas yang saya miliki seperti Surat Resi, Kartu Keluarga, SIM dan KTA Pers didepan Amran. Saya anggap hal itu harus saya lakukan sebab yang mau saya urus milik saya pribadi dan saya mau buktikan kalau saya bukan warga liar.

Alangkah terkejutnya saya, ketika KTA Pers tersebut ditepis oleh Amran dengan tangannya dan langsung mengatakan bahwa KTA Pers yang saya miliki gak ada urusannya.

“Gak ada urusannya dengan KTA Pers Bapak, KTP gak pasti kapan siap” ujarnya dengan lantang.

Saya rasa cukup aneh dan kurang beretika si Amran ini. Sudah tidak memberikan alasannya kenapa KTP tidak pasti siap, juga menunjukkan kesombongan dirinya yang sudah bisa bekerja disalah satu Dinas Kota Medan ini.

Padahal Saya tunjuki KTA Pers saya sesuai dengan pekerjaan saya. Profesi Pers kerjanya bertanya dan konfirmasi tentang masalah. Dan saya datang juga mau bertanya serta konfirmasi masalah KTP saya kapan siap dan apa alasannya. Saya rasa gak ada yang salah dengan itu.

Padahal saya memesankan dan menerapkan kepada setiap wartawan saya kalau mau konfirmasi masalah berita, agar menunjukkan identitas yang dimiliki biar tak dianggap liar. Tetapi hal ini tidak berlaku dengan pegawai Disdukcapil Kota Medan yang mengaku bernama Amran.

Sebaiknya Kadis Disdukcapil Kota Medan Bapak Zulkarnain agar menegur si Amran yang merupakan salah seorang pegawainya supaya punya etika yang lebih baik. Jika pegawai yang ada dikota Medan ini ada lagi sifatnya seperti dia, citra pelayanan Kota Medan akan tercoreng karena merupakan aib yang sangat memalukan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *