Ambil Jalur hukum, Amin Johan LP kan Pengurus Yayasan Perguruan Kristen Andreas

Medan (mediakomentar.com) – Laporan penyerobotan tanah dari korban Amin Johan Tan, Warga Dusun VIII Jalan Langsa Sunggal Deliserdang yang diduga dilakukan oleh Sukawi Tjong Cs  sudah setahun mengendap dan belum diproses sampai saat ini di Polresta Medan. Akibat perbuatan itu, korban mengalami kerugian Rp2 miliar.

Laporan itu sesuai tanda bukti Lapor Nomor: STTL/200/I/YAN 2.5/2020 SPKT Resta Medan  tindak pidana menguasai tanpa hak  dengan terlapor Sukawi Tjong, Ny Lim Li Tjen, Suci Lincia, Elia Natalincia dan Sulaiman, IR tertanggal 22 Januari 2020 yang ditandatangani Panit III Alpredson Timbul Pakpahan.

Amin Johan Tan, SE selaku ahli waris dari orangtuanya Selamat Ali didampingi Kuasa pendamping Guntur P Turnip kepada wartawan di Medan, Selasa (2/2/2020) menyebutkan, bahwa laporan itu dilakukan dikarenakan Amin Johan Tan merasa di rugikan dengan ulah Sukiwi Tjong yang tetap memakai lahan miliknya yang diwariskan orang tuanya dan memakai nama Yayasan Perguruan Kristen Andreas yang telah di Patenkan oleh Selamat Ali, Amin Johan Tan terhitung tanggal 19 November 2012 s/d 19 November 2022 (Sepuluh Tahun). Dengan tidak mengikutkan Pemilik Hak Paten sekaligus Pemilik Lahan tempat berdirinya bangunan Yayasan tersebut.

Pada tanggal 25 Januari 2021, Guntur Parulian Turnip yang merupakan Kuasa Pendamping Amin Johan beserta temannya Yulius Mendrofa datang ke Polrestabes medan untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut yang sudah setahun lebih di tangani di Polrestabes Medan tanpa ada kejelasan dan kepastian hukum,

Menurut keterangan Guntur turnip kepada media bahwa ” Penyidik Brigader Kores Ginting menyampaikan akan dilakukan gelar perkara di bulan Februari 2021 yang tanggalnya belum dipastikan. Disamping itu penyidik Brigader Kores Ginting juga menyampaikan kepada saya dan teman saya Yulius Mendrofa bahwa hanya sedikit delik tindak pidananya dikarenakan adanya ikatan perjanjian “YANG KATANYA” (Sukiwi tanpa menunjukkan bukti tersebut)” Jelas Guntur P Turnip, senin (01/02)

 

Kronologis Kejadian berdasarkan keterangan Amin Johan Tan dan sesuai Bukti tertulis yang dimilikinya.

Selamat Ali (orang tua dari Amin Johan Tan) beralamat Jl. LangsaNo. 54 Dusun V Kampung Purwodadi Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang Sumatera Utara berprofesi sebagai Kepala Dusun V. Sukiwi Tjong dan Sulaiman (abang kandung Sukiwi Tjong) keduanya berprofesi Mahasiswa beralamat Jl. Pekong Nomor 46 Dusun V Kampung Purwodadi Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang Sumatera Utara (Alamat sesuai AKTE Pendirian Yayasan Perguruan Kristen Andreas No. 56).

Berawal dari pertemuan Selamat Ali (orang tua Amin Johan Tan) dengan Sukiwi Tjong sekitar tahun 1987 dimana saat itu Selamat Ali  berencana membuat suatu Yayasan yang bergerak dibidang Pendidikan. Selanjutnya mengajak Sukiwi Tjong untuk bergabung. Dimana saat itu Selamat Ali memandang bahwa Sukiwi Tjong orang yang tepat diajak kerjasama dikarenakan orang yang berpendidikan.

Hal ini dilakukan Selamat Ali yang berprofesi sebagai Kepala Dusun, agar di Dusun tempat tinggalnya memiliki suatu lembaga pendidikan demi mensejahterakan warganya.

Tepat pada tanggal 28/10/1987 baik Selamat Ali maupun Sukiwi Tjong datang ke Notaris bersama Sulaiman (abang Kandung Sukiwi Tjong) untuk membuat AKTE Pendirian Yayasan. (nomor AKTE. 56). Berdasarkan AKTE Pendirian tersebut, Selamat Ali sebagai Ketua Yayasan, Sukiwi sebagai Sekretaris dan Sulaiman sebagai Bendahara.

 

Awal Mula berdirinya Bangunan Sekolah dan Kantor Yayasan

Selanjutnya untuk Tahap awal, Selamat Ali berdasarkan alas hak tanah yang dimilikinya mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk pembangunan Gedung Sekolah beserta Kantor Yayasan di Lahannya. Sedangkan modal awal Yayasan tersebut sesuai AKTE Pendirian yang telah dipisahkan dari Harta Kekayaan mereka sebesar Rp 1.500.000,- (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

Jadi berdasarkan AKTE Pendirian bahwa Lahan tersebut tidak termasuk sebagai modal awal Yayasan. Melainkan hanya kebijaksanaan Selamat Ali sebagai Ketua Yayasan agar pembangunan gedung sekolah segera terlaksana.

Lalu pada tahun 2004 tepat Selamat Ali mensertifikat Tanah tempat berdirinya gedung sekolah tersebut dengan memberikan Haknya kepada Amin Johan Tan yang merupakan Anak Kandungnya sendiri. Sertifikat tanah tersebut tercatat dengan nomor 855 ditanda tangani Kepala Pertanahan Kab. Deli Serdang  (AMIRUDDIN).

Sedangkan di tahun 2012 Selamat Ali.Amin Johan mempatenkan nama Yayasan tersebut dengan nama Yayasan Perguruan Kristen Andreas.

Selamat Ali Tidak Lagi Menjadi Ketua Yayasan

Dalam perjalanannya, Selamat Ali jika mengambil keputusan untuk kemajuan Yayasan, lebih sering mendapat kontoversi dari Anggota Pengurus yang lain (Sukiwi dan Sulaiman) dan tetap berakhir dengan voting. Dan tentu saja dalam voting tersebut, Selamat Ali selalu kalah disebabkan Sukiwi dan Sulaiman mempunyai keputusan yang sama (2 banding 1). Badan pengurus saat itu masih 3 orang, yaitu Selamat Ali sebagai Ketua, Sukiwi Tjong (sekretaris) dan Sulaiman (Bendahara) abang kandung dari Sukiwi Tjong.

Anehnya, Pada tahun 2014 keluar AKTE Pengesahan Notulen Rapat Yayasan Perguruan Kristen Andreas (No. 05) tertanggal 26-02-214 dimana tertulis bahwa Tuan Sukiwi Tjong menjadi Ketua Yayasannya dengan tidak nampak tertulis mengapa Selamat Ali yang sebelumnya menjadi Ketua Yayasan telah berganti dengan Sukiwi Tjong dan menambahkan keluarganya sebagai Pengurus Yayasan.

Sementara salah satu point dari AKTE pendirian pasal 8 Keanggotaan Badan Pengurus berakhir apabila meninggal dunia, permintaan sendiri, dinyatakan pailit atau ditaruh dibawah kurate, pemberhentian atas putusan Badan Pengurus dan pindah kelain daerah.

Saat itu Selamat Ali belum meninggal, tidak ada surat pengunduran diri, tidak ada pindah tinggal ke daerah lain. Kecuali ada keputusan yang dianggap kontroversi yang membuat Selamat Ali di copot jadi Ketua Yayasan bahkan juga dikeluarkan. Selanjutnya Ketua yayasan Sukiwi Tjong.

Sedangkan Selamat Ali meninggal dunia pada tanggal 12-10-2014 di RS Teguh Murni dengan bukti Surat Kematian yang dikeluarkan RS. Teguh Murni tanggal 13-10-2014.

 

Keberatan Amin Johan Tan

Amin Johan Tan (Anak dari Alm. Selamat Ali) saat ini merasa kecewa kepada Sukiwi Tjong dikarenakan mengatakan padanya bahwa dirinya tidak ada urusan dengan Yayasan Perguruan Kristen Andreas.

“Saya tidak kenal kamu, yang saya kenal orang tuamu” tiru Amin Johan mengucapkan kata Sukiwi Tjong.

Ucapan sukiwi ini muncul disaat Amin Johan untuk minta berperan di Yayasan dengan mengelola kantinnya. Walaupun begitu Amin Johan juga mengatakan bahwa sebelumnya dirinya pernah bekerja juga di Yayasan tersebut tetapi diberhentikan. Makanya dia meminta untuk mengelola kantin sekolah.

“Dasar saya meminta mengelola kantin itu cukup mendasar dan masih bercerita kekeluargaan. Mengingat sejarah berdirinya Yayasan tersebut ikut andil orang tua saya. Ditambah lagi bangunan sekolah yang berdiri diatas lahan tersebut merupakan miliknya (SHM) secara hukum dan PBBnya saat ini masih saya bayar, serta mempunya Hak Paten nama Yayasan tersebut” Jelasnya, senin (1 Februari 2021).

Selanjutnya berdasarkan data dan berkas yang saya miliki, saya sudah membuat LP ke Polrestabes Medan dan berharap kepastian hukum untuk mendapatkan Hak saya bisa di penuhi.

Amin juga mengharapkan, jika dilakukan gelar perkara kelengkapan berkas Sukawi Tjong yang direncanakan dalam waktu dekat ini, mohon di Labkrim berkas sertifikatnya  di Poldasu agar semua jelas dan terang benderang demi hukum, harap Amin.

 

Keterangan dari Sukiwi Tjong melalui Via Hp

Menurut keterangan dari Sukiwi Tjong kepada awak media melalui selular mengatakan bahwa memang benar Yayasan berdiri sejak tahun 1987. Dan terkait dengan Selamat  Ali yang sebelumnya Ketua Yayasan diganti dan dicopot, alasan sukiwi tjong dikarenakan Selamat Ali setiap diundang rapat tidak pernah hadir. Sedangkan jika lahan itu mau dijual harus ada kesepakatan berdasarkan Anggaran dasar, tidak boleh semena-mena.

Sewaktu disinggung mengapa Keluarga Selamat Ali tidak ada yang menjadi pengurus yayasan, Pak Sukiwi tjong menjawab dengan alasan yang sama saat Selamat Ali di Keluarkan dari Pengurus Yayasan (ketua) dikarenakan diundang tidak datang, selasa (02/02/2021)

(red)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: