Ada Warning Pidana Dari Rusdi Sinuraya, Jika Uang PD. Pasar Di Cairkan Bank Mandiri

Medan (mediakomentar.com) Ternyata ada warning dari Rusdi Sinuraya (Dirut PD. Pasar Kota Medan yang dipecat Pemko Medan) jika uang PD. Pasar Kota Medan dicairkan Bank Mandiri tanpa ada tangannya tetapi tidak ada perintah dari PTUN Medan untuk tidak mencairkan uang PD. Pasar Kota Medan di Bank Mandiri.

Hal ini dilontarkan oleh Margono yang merupakan Regional Presert Sumatera I Bank Mandiri saat adakan konfrensi pers di ruangan lantai 7 Bank Mandiri di Jl. Pulau Pinang Medan. Saat ditanyakan awak media kenapa bulan januari bisa dibayarkan. Setelah Para Pegawai PD. Pasar Kota Medan selesai aksi Unras di depan Gedung Menara Bank Mandiri, Senin (24/02/20)

“januari (tahun 2020) waktu itu kita bayarkan (gaji Pegawai PD. Pasar Kota Medan) lalu waktu itu kita di warning oleh Pak Rusdi, Lo bayar lagi tanpa persetujuan saya (Rusdi Sinuraya) saya pidanakan lo” jelas pak margono dengan menirukan logat Rusdi Sinuraya.

Tapi Pak Margono ini tidak mengakui kalau bahasa itu sebuah intervensi kepada awak media, melainkan mengatakan bahwa Rusdi Sinuraya itu hanya menjalankan haknya.

Saat ditanya awak media, apakah ada perintah PTUN ke Bank Mandiri untuk tidak membayarkan gaji pegawai PD. Pasar, Pak Margono menjawab

“ Bukan Perintah PTUN dan tidak ada perintah PTUN (terkait tidak keluarnya pembayaran gaji karyawan PD. Pasar)” dengan tegasnya

Selanjutnya Pak Margono yang pada saat itu memakai baju batik kuning menerangkan kepada awak media dengan pakai istilah cerita, terkait siapa yang berhak mengeluarkan tabungan

“logika hukum gak gitulah, kalau ngomong gini…, jadi yang mengeluarkan harus ada tanda tangan yang berhak. Misalnya tabungan Bapak (mengibaratkan awak media yang punya tabungan), yang mengeluarkan ibu itu (orang lain). Bapak terima gak? Bapak akan nuntut saya sebagai Bank. Kamu kog keluarkan duit saya atas perintah dia, begitu logikanya” dengan menerangkan istilah cerita kepada awak media.

Tambahnya lagi, Tetapi pak rusdi sewaktu saya telephone beliau bersedia menanda tangani untuk gaji karyawan. Cuma mohon maaf, dari PD. Pasarnya gak mau ke Pak Rusdi” jelas Margono kepada awak media. (red)

Tinggalkan Balasan